Key Strategy: Dino Patti Djalal apresiasi Indonesia tak terapkan tarif Selat Malaka

Dino Patti Djalal Apresiasi Indonesia Tidak Terapkan Tarif Selat Malaka

Penolakan Tarif Dinilai Mempertahankan Citra Negara

Jakarta – Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), menyampaikan dukacita terhadap keputusan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menolak pengenalan tarif pada Selat Malaka. Dalam postingannya di media sosial X, ia menekankan bahwa kebijakan ini memiliki dampak positif terhadap reputasi internasional Indonesia.

“Saya menghargai pernyataan Menlu Sugiono yang menolak wacana pemberlakuan pajak terhadap kapal yang melintasi Selat Malaka,” tulis Dino.

Ia menjelaskan, jika tarif tersebut diterapkan, hal itu bisa mengganggu atmosfer KTT ASEAN di Cebu, Filipina, pada bulan Mei mendatang. Presiden Prabowo Subianto akan hadir dalam acara tersebut, sehingga keputusan yang diambil harus mencerminkan kehati-hatian.

Dino juga menyoroti pentingnya konvensi hukum laut internasional, khususnya UN Convention of Law of the Sea (UNCLOS), sebagai dasar hukum Indonesia dalam menegaskan kedaulatan atas laut nusantara. Ia menegaskan bahwa kebijakan tarif akan merugikan posisi Indonesia sebagai pelopor konsep wawasan nusantara.

Imbauan untuk Konsistensi dalam Komunikasi

Dino mengingatkan para pejabat pemerintah agar lebih teliti dalam menyampaikan pernyataan ke publik. “Koordinasikan dulu inisiatif kebijakan atau gagasan baru melalui mekanisme antardepartemen, serta peroleh persetujuan presiden,” tambahnya.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga jelasnya komunikasi dan menghindari konflik dengan negara-negara tetangga serta komunitas internasional yang saat ini masih sensitif terhadap isu kebijakan laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *