Topics Covered: Revitalisasi cagar budaya harus memberi manfaat untuk masyarakat

Revitalisasi Cagar Budaya Harus Memberi Manfaat untuk Masyarakat

Jakarta – Akademisi dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, Ahmad Athoillah, menyatakan bahwa perbaikan cagar budaya seperti keraton harus mencakup manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kualitas ekonomi, tetapi juga mempertahankan ciri khas budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam diskusi tentang revitalisasi keraton Nusantara di Jakarta, Jumat lalu, ia menekankan bahwa revitalisasi tidak cukup hanya berfokus pada aspek ekonomi. Konsep environmental objective juga penting, sehingga kawasan dan perekonomian harus menjadi bagian dari pendekatan yang diusung.

“Revitalisasi harus memiliki dua aspek utama: economic revitalisation dan environmental objective. Jadi, harus ada lingkungan yang terjaga serta perekonomian yang berkembang,” kata Ahmad.

Ahmad menyebutkan bahwa ada tiga unsur utama dalam revitalisasi cagar budaya, yaitu konservasi nilai tradisi, sosial, dan ekonomi. Tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan keuntungan setelah tindakan revitalisasi dilakukan, termasuk kehidupan baru yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kebijakan revitalisasi, menurutnya, harus berorientasi pada pengelolaan kawasan, partisipasi aktif masyarakat, serta penyebaran kewenangan ke level daerah. Ia menambahkan bahwa tuntutan dan kebutuhan masyarakat harus menjadi dasar dalam merancang revitalisasi.

“Agar revitalisasi bisa menarik peran masyarakat, perlu adanya aspek ekonomi, semangat gotong royong yang membangkitkan, dan nilai budaya yang dijaga,” ujarnya.

Dalam model revitalisasi, Ahmad menekankan bahwa fokus tidak hanya pada bangunan, melainkan juga pada restorasi historis, pariwisata budaya berbasis lingkungan, serta kawasan dan lanskap budaya. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan identitas sesuai dengan sejarah aslinya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam revitalisasi bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi, tetapi juga untuk menciptakan kesadaran kolektif dalam melestarikan budaya. Dengan demikian, warisan budaya dapat terjaga secara lebih baik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *