Potret “Senjata” Ekonomi Baru India – Benang yang “Merajai” China

Potret “Senjata” Ekonomi Baru India, Benang yang “Merajai” China

Penghambatan aliran distribusi dan energi akibat konflik di Timur Tengah menciptakan tekanan signifikan pada industri manufaktur India. Banyak pabrik mengalami kesulitan akibat kekurangan bahan baku serta peningkatan biaya produksi.

Dalam situasi tersebut, produsen benang katun justru mencatat pertumbuhan pesat permintaan, khususnya dari pasar China. Perusahaan seperti Fiotex Cotspin meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan ekspor yang terus meningkat.

India: Produsen Kapas Terbesar Kedua Global

India, sebagai produsen kapas terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, tetap mengandalkan impor sekitar 15% kapas mentah dan 20% benang. Ketergantungan ini memperkuat risiko gangguan global terhadap industri tekstilnya, menurut Reuters pada Kamis (23/4/2026).

Kondisi pasokan yang terganggu akibat konflik di Timur Tengah menyebabkan aliran kapas ke Tiongkok dari negara lain memudar. Hal ini menjadikan India sebagai pilihan alternatif yang lebih dekat dan lebih mudah diakses oleh pembeli Tiongkok.

Ketegangan pasokan lokal serta keterlambatan pengiriman dari Amerika Serikat dan Brasil karena keterbatasan energi memperparah situasi. Selain itu, pelemahan rupiah sekitar 7% terhadap yuan meningkatkan daya saing harga benang katun India di pasar Tiongkok.

“Permintaan ekspor perusahaan kami melonjak sekitar 40% dalam beberapa bulan terakhir,” kata Ripple Patel, direktur pelaksana Fiotex Cotspin. “Pabrik saat ini beroperasi penuh dengan kapasitas 100% dan telah mendapat pesanan hingga 65 hingga 75 hari ke depan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *