Historic Moment: Ulah China Bikin Satu Dunia Waswas, Ramai-ramai Bersatu Melawan
Ulah China Bikin Satu Dunia Waswas, Ramai-ramai Bersatu Melawan
NCSC Mengeluarkan Panduan Baru untuk Melawan Serangan China
Jakarta, Pihak-pihak internasional dalam bidang keamanan siber meminta organisasi global untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka, menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari peretas yang terafiliasi dengan China. Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) merilis panduan terbaru bersama dengan lembaga industri dan 15 mitra dari delapan negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Jepang, Belanda, Selandia Baru, serta Spanyol. Panduan ini menyoroti penggunaan perangkat sehari-hari yang terhubung internet sebagai alat untuk menyembunyikan aksisiber.
Peretas China Menggunakan Jaringan Rahasia untuk Menyamaratakan Aktivitas
Menurut Paul Chichester, direktur operasional NCSC, beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran signifikan di mana kelompok siber berbasis China memanfaatkan jaringan rahasia untuk menutupi kegiatan berbahaya mereka. “Kelompok ini makin sering memanfaatkan jaringan-jaringan ini agar aktivitas mereka tidak mudah terdeteksi,” ujarnya, dikutip dari Reuters. Jaringan tersebut sering digunakan untuk menyerang sektor kritis secara global, mencuri data sensitif, dan menjaga akses berkelanjutan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat peralihan kelompok siber berbasis China dalam memanfaatkan jaringan-jaringan ini untuk menyembunyikan aktivitas berbahaya, agar bisa lepas dari tanggung jawab,” kata Paul Chichester.
Panduan yang diterbitkan NCSC dan mitranya, termasuk FBI, juga memperingatkan bahwa serangan dari China sering kali sulit terdeteksi karena bukti kejahatan cepat dihilangkan. Peringatan ini muncul setelah Richard Horne, kepala NCSC, mengingatkan Inggris tentang risiko peningkatan serangan siber dari negara-negara seperti China, Iran, dan Rusia. Ia menyebut bahwa lembaganya secara rata-rata menangani empat insiden siber penting setiap minggu.
Menurut NCSC, serangan terbesar kini lebih terkait dengan kepentingan pemerintah dibandingkan dengan geng kriminal biasa. Dalam upaya memperkuat pertahanan, Inggris juga mengajak perusahaan AI terkemuka untuk bekerja sama dalam mengembangkan sistem keamanan siber berbasis teknologi canggih, guna melindungi infrastruktur nasional yang kritis.
Kementerian Luar Negeri China belum memberikan respons terhadap permintaan komentar dari Reuters. Namun, isu keamanan siber yang dipicu oleh aktivitas peretas China terus menjadi perhatian global, mendorong koordinasi antar-negara dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.