Key Discussion: Pramono Mau Tiru Shenzhen China untuk MRT Jakarta
Pertemuan Jakarta dan Shenzhen untuk Percepatan Pengembangan MRT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengadakan pertemuan bilateral dengan perwakilan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok, pada Rabu (22/4/2026). Acara ini menandai langkah awal dalam kolaborasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas sistem transportasi perkotaan ibukota. Fokus utama pembahasan adalah tentang penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang modern dan ramah lingkungan.
MRT Jakarta Dibandingkan dengan Sistem Shenzhen
Dalam sesi diskusi, Pramono mengungkapkan Shenzhen sebagai contoh yang menjadi acuan dalam membangun infrastruktur MRT. “Kami ingin mengambil pelajaran dari efektivitas layanan dan operasional MRT di berbagai kota global,” jelasnya dalam pernyataan resmi, yang dikutip Jumat (24/4/2026).
“Shenzhen menjadi rujukan karena keunggulan efisiensinya,” tambah Pramono.
Kota Shenzhen mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari melalui jaringan sekitar 635 kilometer. Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan MRT Jakarta yang saat ini hanya melayani sekitar 128 ribu penumpang harian. Dengan pertemuan ini, pemerintah provinsi DKI berharap mempercepat pengembangan MRT serta kawasan TOD sebagai solusi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.
Kemitraan Strategis untuk Perkembangan Kota
PT MRT Jakarta (Perseroda) juga mengungkapkan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis. Direktur Utama Tuhiyat mengatakan pengalaman Shenzhen bisa digunakan sebagai dasar dalam merancang operasional perkeretaapian yang terintegrasi.
“MoU ini menjadi langkah penting untuk menyelesaikan tantangan kota modern dan memastikan pertumbuhan ekonomi masa depan,” ujarnya.
Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group, Huang Liping, menilai pendekatan Jakarta dalam mengutamakan TOD sangat tepat. “Pengalaman kami membuktikan bahwa perencanaan metro yang sistematis bisa menggerakkan masyarakat, sekaligus membentuk ekonomi, tata kota, dan nilai properti,” terangnya.
“Kemitraan seperti ini bisa memperkuat pembangunan kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” tambah Huang.
Dalam pertemuan tersebut, selain pembahasan konsep, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group. Tujuan utamanya adalah membangun kawasan TOD serta meningkatkan sistem transportasi yang terpadu di kawasan perkotaan Jakarta.