Meski Ambrol 3% – Purbaya Masih Pede IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
Meskipun IHSG Ambrol 3%, Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Capai 10.000 Tahun Ini
Pada hari ini, Jumat (24/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan. Indeks ditutup turun 3,38% atau 249,49 poin, mencapai level 7.129,49. Sepanjang sesi trading, IHSG bergerak di zona merah, sempat menyentuh level 7.115,97 hingga 7.383,4. Mayoritas saham, yaitu 701 dari total 1.000, turun. Hanya 92 saham yang naik, sedangkan 166 lainnya tidak berubah.
Kapitalisasi pasar saham juga mengalami penurunan signifikan, mencapai Rp 12.736 triliun. Nilai transaksi harian mencapai Rp 24,3 triliun, terdiri dari 44,8 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,66 juta kali.
Keyakinan Purbaya Yudhi Sadewa pada Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap yakin bahwa IHSG akan stabil di level 10.000 tahun ini. Ia menilai, meski kini indeks mengalami fluktuasi tinggi akibat tekanan eksternal, tren pasar akan segera pulih jika kondisi ekonomi nasional tetap kuat.
“Bisa lah. Ini kan masih gonjeng-ganjing. Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat,” ujar Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta.
Purbaya menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menjaga daya tahan perekonomian Indonesia. “Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu. Bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya,” tambahnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang dijaga baik, ia yakin IHSG secara alami akan ikut bergerak naik. Meski hari ini IHSG terpuruk, Purbaya berpendapat bahwa ini hanyalah sementara dan tidak akan mengubah arah jangka panjang pasar saham Indonesia.