Topics Covered: Tak Cuma 150 Juta Barel Minyak, Rusia Komitmen Suplai LPG ke RI
Tak Cuma 150 Juta Barel Minyak, Rusia Komitmen Suplai LPG ke RI
Jakarta, 24 April 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia tidak hanya akan mengimpor minyak mentah dari Rusia, tetapi juga Liquefied Petroleum Gas (LPG). Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa pemerintah sedang mendorong percepatan implementasi kesepakatan energi dengan Rusia. Ia menekankan bahwa selain minyak mentah, komitmen pasokan LPG juga menjadi fokus utama saat ini.
“Yang perlu kita tekankan adalah dua komitmen impor kita. Pertama, minyak mentah; kedua, LPG. Jadi, ini yang sedang kita upayakan agar segera bisa terealisasi melalui Rusia,” ujarnya saat diwawancara di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah masih dalam proses finalisasi detail volume LPG yang akan diimpor dari Rusia. Meski komitmen minyak mentah sudah ditetapkan sebesar 150 juta barel hingga akhir 2026, kuota untuk LPG belum sepenuhnya dijelaskan. “Kita sudah memiliki volume minyak mentah, tetapi LPG masih dalam pembahasan,” tambahnya.
“Tapi kita juga memiliki komitmen dengan Amerika. Tadi pagi saya rapat dengan Kementerian Luar Negeri dan beberapa duta besar. Tim Pertamina sedang berada di Amerika untuk memastikan kesepakatan itu berjalan,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 60% dari total impor LPG nasional berasal dari Amerika Serikat. Dengan penambahan pasokan dari Rusia, pemerintah ingin memperkuat cadangan energi yang lebih fleksibel. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan 7 juta ton LPG per tahun tetap terpenuhi meski kondisi pasar global terus berubah.