Main Agenda: Fajar waspadai kekuatan Thailand, khususnya di sektor ganda
Indonesia Melangkah Maju di Grup D Usai Kalahkan Aljazair
Jakarta – Sebelum pertandingan lanjutan Grup D, Fajar Alfian, kapten Tim Piala Thomas Indonesia, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kekuatan Thailand, terutama pada sektor ganda. Indonesia berhasil menang 5-0 atas Aljazair, sementara Thailand menunjukkan performa mengesankan dalam laga pembuka melawan Prancis.
Kemenangan Thailand atas Prancis
Thailand memperoleh poin kunci melalui beberapa pasangan ganda, termasuk Dechapol Puavaranukroh yang berduet dengan Ruttanapak Oupthong. Pasangan tersebut menunjukkan adaptabilitas yang tinggi, menurunkan permainan yang menjanjikan.
“Thailand hari ini bermain sangat baik bisa mengalahkan Prancis. Dua ganda mereka juga menghasilkan poin,” ungkap Fajar dalam pernyataan resmi PP PBSI.
Kekuatan Ganda Thailand Menjadi Faktor Utama
Fajar menekankan bahwa sektor ganda sering menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan beregu. Ia memuji kombinasi Dechapol dan Ruttanapak yang bisa mengubah strategi tim, sekaligus memberi tekanan terhadap Indonesia di pertandingan berikutnya.
“Sangat luar biasa. Tidak boleh diremehkan,” tambahnya.
Thailand menang 4-1 atas Prancis, dengan Kontribusi utama dari Kunlavut Vitidsarn yang mengalahkan Christo Popov, serta Panitchaphon Teeraratsakul yang menundukkan Alex Lanier. Meski Prancis sempat mengurangi ketertinggalan melalui Toma Junior Popov, Thailand menutup laga dengan kemenangan telak.
Sementara itu, Indonesia mengunci kemenangan 5-0 dalam pertandingan melawan Aljazair. Jonatan Christie membuka keunggulan dengan mengalahkan Adel Hamek, sedangkan Alwi Farhan memperbesar skor. Anthony Sinisuka Ginting memastikan kemenangan tim nasional.
Dalam sektor ganda, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menambah keunggulan Indonesia menjadi 4-0, mengalahkan Mohamed Abderrahime Belarbi/Koceila Mammeri. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menyelesaikan kemenangan sempurna 5-0 setelah mengalahkan Adel Hamek/Mohamed Abdelaziz Ouchefoun secara dominan.