Main Agenda: Kasatgas PRR: Penyintas bencana kembali tersenyum berkat hunian layak

Kasatgas PRR: Penyintas Bencana Kembali Tersenyum Berkat Hunian Layak

Jakarta – Menteri Dalam Negeri dan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) Muhammad Tito Karnavian menilai penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, telah memberikan dampak positif bagi warga yang terdampak bencana. Tito menyatakan kondisi mereka kini jauh lebih baik dibandingkan dua bulan sebelumnya.

“Hunian sementara ini luar biasa, karena jarang saya lihat yang sebagus ini. Masyarakat terlihat lebih bahagia, berbeda dengan dua bulan lalu saat mereka menangis dan kacau,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (24/4).

Dalam rangka lanjutan, Tito menyebutkan akan memastikan distribusi berbagai bantuan di segera diberikan kepada korban bencana. Bantuan tersebut mencakup jaminan hidup (jadup) sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, serta bantuan isi hunian senilai Rp3 juta dan bantuan ekonomi Rp5 juta per kepala keluarga.

Kondisi penyintas bencana kini stabil karena adanya penyelesaian hunian tetap (huntap) yang mempercepat pemulihan kehidupan. Tito juga meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mempercepat pendataan warga penerima huntap, karena ada dua jenis konsep pembangunan yang perlu diverifikasi.

“Saya membutuhkan data itu secepat mungkin. Nanti tolong Bapak Bupati Tagore Abubakar didatangi, lalu tanyakan ke warga tentang pilihan mereka,” katanya.

Cerita Kartini: Haru dan Harapan di Hunian Sementara

Kartini, salah satu penyintas bencana di Desa Tunyang, tak bisa menyembunyikan rasa haru saat bertemu Tito. Ia mengingat kembali masa dua bulan lalu, ketika baru pertama kali bertemu dengan Menteri dalam suasana kacau setelah kehilangan suaminya akibat bencana hidrometeorologi di Bener Meriah akhir November 2025.

“Waktu itu saya cerita, dan Pak Tito tahu bahwa saya kehilangan suami. Suami saya hanyut, saya bingung, gimana ini anak-anak saya. Tapi Pak Tito janji segera bangun hunian sementara, agar kami bisa tinggal dalam kondisi yang lebih layak,” ungkap Kartini saat ditemui di Desa Tunyang.

Sore itu, Kartini mendekati Tito dengan wajah berbinar. Ia bercerita bahwa kondisi dirinya dan dua anaknya kini lebih baik dibandingkan masa tinggal di tenda darurat. “Saya cuma ingin berterima kasih karena dibangunkan hunian sementara. Kondisi kami sudah stabil, jauh lebih baik dari saat di tenda,” kata Kartini.

Kartini juga menyebutkan bahwa meski tinggal di huntara nyaman, ia berharap bisa segera menempati hunian tetap. “Pak Tito masih ingat betul, saat pertama kali menemui kami di tenda. Saya jawab kondisi kami baik, tapi sekarang rasa haru muncul karena bantuan yang diberikan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *