Key Discussion: Realisasi Investasi China di Indonesia naik 22 persen pada Q1 2026
Volume Investasi China di Indonesia Melonjak 22 Persen di Q1 2026
Jakarta – Dalam laporan terkini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan kenaikan signifikan dalam pemasukan investasi dari Tiongkok selama tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini mencapai 2,2 miliar dolar AS (1 dolar AS setara Rp17.308) atau meningkat 22 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebanyak hampir separuh dari total investasi tersebut dialirkan ke sektor hilirisasi, menunjukkan kefokusan Tiongkok pada bidang industri strategis Indonesia.
Kinerja Lebih Baik Dibandingkan Pertumbuhan Investasi Asing Keseluruhan
Dalam tiga bulan pertama 2026, Tiongkok tetap menjadi salah satu penyumbang investasi asing terbesar ketiga, setelah Singapura dan Hong Kong. Dengan realisasi investasi mencapai 4,6 miliar dolar AS dan 2,7 miliar dolar AS, Tiongkok membuktikan keberlanjutan keterlibatannya dalam perekonomian Indonesia. Angka pertumbuhan 22 persen ini lebih tinggi dari rata-rata kenaikan total PMA yang hanya 8,5 persen secara tahunan.
Kunjungan Menteri untuk Memperkuat Kolaborasi dengan Perusahaan Tiongkok
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Rosan Perkasa Roeslani melakukan lawatan ke Tiongkok pada awal April. Dalam kunjungan ini, ia mengunjungi berbagai perusahaan, termasuk produsen energi surya, komponen pendukung, serta perusahaan manufaktur baterai kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi. Selain itu, ia juga bertemu dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Tiongkok untuk membahas pengembangan sinergi kebijakan antara kedua negara.
“Pembahasan difokuskan pada berbagai aspek kerja sama, termasuk investasi, sinkronisasi kebijakan industri, serta dukungan terhadap pengembangan sektor prioritas nasional,” tulis Rosan dalam unggahan Instagramnya pada 15 April.
Tiongkok terus menjadi sumber utama investasi asing ke Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Dari 2021 hingga 2025, BKPM mencatat total pemasukan investasi dari Tiongkok sebesar 34,4 miliar dolar AS, yang berkontribusi pada penyerapan lebih dari 700 ribu tenaga kerja lokal. Angka ini mencerminkan komitmen Tiongkok untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia melalui sektor hilirisasi dan inovasi teknologi.