Tensi Tinggi Final Proliga 2026 Pancing Emosi Pemain LavAni
Tensi Tinggi Final Proliga 2026 Pancing Emosi Pemain LavAni
Pada hari Jumat (24/4), Jakarta LavAni mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 dalam pertandingan pertama babak final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Asisten pelatih Livin Transmedia, Erwin Rusni, mengungkapkan bahwa atmosfer laga tersebut sangat intens, hampir mencapai titik puncak.
“Tensi dalam pertandingan tersebut sangat tinggi, hampir mencapai titik puncak,” ujar Erwin setelah pertandingan selesai.
Erwin menyebut faktor kepemimpinan serta beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial menjadi penyebab emosi pemain LavAni terpicu. Meski mengakui keadaan ini, ia menegaskan bahwa para pemain tetap profesional dalam menghadapinya, terutama di set ketiga.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran, menyatakan timnya kesulitan mempertahankan fokus karena beberapa keputusan wasit yang tidak konsisten. Pada set ketiga, Bhayangkara sempat unggul 4 angka, namun akhirnya kehilangan momentum setelah mengalami gangguan mental.
“Kita membuat kesalahan terlalu banyak, fokus hilang karena situasi dan wasit,” tambah Toiran.
Legiun asing Bhayangkara, Bardia Saadat, bahkan diberi kartu kuning karena memprotes keras keputusan wasit. Situasi ini berlanjut hingga set keempat, memicu frustrasi di antara para pemain tim tersebut.
Pertandingan kedua antara kedua tim akan digelar pada Sabtu (25/4). Jika LavAni berhasil menang, mereka akan memastikan gelar juara. Jika kalah, pertandingan penentuan akan diadakan pada Minggu (26/4).