Special Plan: Hutama Karya catat laba bersih Rp464 miliar pada triwulan I 2026

Hutama Karya Capai Laba Bersih Rp464 Miliar di Triwulan I 2026

Perusahaan infrastruktur PT Hutama Karya (Persero) melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp464 miliar pada periode kuartal pertama tahun 2026, melebihi proyeksi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebesar Rp269 miliar. Capaian ini mencapai 172,49 persen dari target, menunjukkan ketangguhan bisnis di tengah dinamika ekonomi global.

“Di tengah ketidakpastian internasional, kami membuktikan bahwa proyek infrastruktur yang dikelola secara finansial disiplin menjadi investasi yang stabil,” kata Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Menurut Koentjoro, peningkatan laba didorong oleh pengelolaan biaya secara efisien dan peningkatan kontribusi dari bisnis pengoperasian jalan tol. Segmen ini mencatatkan laba setelah pajak (EAT) sebesar Rp333 miliar, sementara anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) memberikan kontribusi Rp167 miliar.

Dari segi kondisi keuangan, total aset perusahaan konsolidasi mencapai Rp189,84 triliun, sedangkan ekuitas naik 2,31 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp141,64 triliun. Utang perusahaan berhasil dikurangi 15,34 persen YoY. Order book perusahaan mencapai Rp36,37 triliun, dengan dominasi proyek yang diusulkan oleh pemerintah.

Pendapatan pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,67 triliun, atau 82,11 persen dari rencana RKAP. Di sisi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), progres fisik jalan tol yang selesai hingga akhir kuartal pertama mencapai 1.108 kilometer, dengan penambahan 10,1 kilometer selama periode tersebut.

Ruang Tol yang Masih dalam Proses Konstruksi

Ruas jalan tol yang sedang dibangun meliputi Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung. Koentjoro menjelaskan bahwa perusahaan menetapkan empat strategi utama untuk mempertahankan kinerja positif selama 2026, yaitu pengendalian biaya, optimalisasi penggunaan energi, pengambilan keputusan berbasis data, serta peningkatan kualifikasi SDM.

Kinerja awal tahun, menurut Koentjoro, menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan yang terukur sekaligus memperkuat pengelolaan perusahaan secara menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *