New Policy: Kemenkes sediakan 666 ribu kuota pelatihan gratis penjamah pangan SPPG
Kemenkes sediakan 666 ribu kuota pelatihan gratis untuk penjamah pangan SPPG
Jakarta – Kementerian Kesehatan Indonesia mengumumkan tersedianya 666.000 kuota pelatihan gratis bagi para penjamah pangan di seluruh negeri. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas dan memastikan standar keamanan pangan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, dr. Then Suyanti, menekankan perlunya pemanfaatan pelatihan tersebut. Saat ini, jumlah peserta yang mengakses program hanya mencapai 224.000, atau sekitar 33 persen dari total kuota. “Kami masih membuka kesempatan ini hingga akhir tahun. Pelatihan ini gratis dan bisa diakses kapan saja melalui platform digital,” ujarnya dalam dialog bertajuk “Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa” yang diselenggarakan APPMBGI National Summit 2026 di Jakarta, Sabtu.
“Sebenarnya tidak ada halangan bagi penjamah pangan untuk tidak terlatih. Jika ada kendala teknologi atau kesulitan mengakses, kami meminta kepala SPPG atau yayasan membantu memfasilitasi pekerja mereka,” kata dr. Then.
Pelatihan berbasis daring diadakan melalui sistem Massive Open Online Course (MOOC) di laman resmi LMS Kemenkes Pelataran Sehat. Materi yang diberikan terdiri dari 8 Jam Pelajaran (JPL), mencakup kebijakan keamanan pangan, kebersihan pribadi, serta sanitasi alat. Menurut Then, sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tidak akan dikeluarkan bagi dapur SPPG yang belum memiliki penjamah pangan yang terlatih dan terakreditasi.
Sistem pelatihan ini dirancang fleksibel dengan metode ujian pra dan pasca. Peserta yang belum lulus bisa mengulang materi terus-menerus hingga memenuhi standar kelulusan. “Kami ingin memastikan semua penjamah pangan di Indonesia bisa mengikuti pelatihan tanpa hambatan biaya atau jarak,” tambahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam mempercepat sertifikasi 26.000 dapur SPPG yang terlibat dalam program pemenuhan gizi nasional.