Pemkab Agam siapkan lahan alternatif untuk hunian tetap

Pemkab Agam siapkan lahan alternatif untuk hunian tetap

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat tengah berupaya mencari lahan tambahan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kebutuhan lahan untuk 699 unit rumah seluas 10 hektare belum terpenuhi sepenuhnya, dengan sisa area yang diperlukan mencapai 3,5 hektare. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi, saat memberikan keterangan di Lubuk Basung, Sabtu.

“Kita sedang mencari lahan alternatif sebesar 3,5 hektare untuk memenuhi kebutuhan korban bencana,” ujarnya.

Saat ini, terdapat dua lokasi yang dipertimbangkan sebagai pilihan alternatif. Pertama, area hunian sementara Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Kedua, bekas lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Inang Sari di Kecamatan Lubuk Basung. Rinaldi menjelaskan bahwa setelah menentukan lokasi, langkah berikutnya adalah melakukan pengadaan tanah untuk mengisi kekurangan tersebut.

“Kita berusaha semaksimal mungkin agar kekurangan lahan dapat tercukupi,” tambahnya.

Sementara itu, terdapat tiga lokasi yang sudah memiliki area siap digunakan, yaitu Dama Gadang di Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dengan luas efektif 4,5 hektare, Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan seluas 1,1 hektare, serta Padang Tarok di Nagari Selareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan dengan luas satu hektare. “Lokasi ini sudah diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *