Meeting Results: Webinar Atdikbud 2026 buka peluang riset dan beasiswa luar negeri

Webinar Atdikbud 2026 Buka Peluang Riset dan Beasiswa Luar Negeri

Jakarta – Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Perwakilan RI di luar negeri mengadakan “Webinar Series Atdikbud dan Wadetap RI-UNESCO 2026” pada hari Sabtu. Acara ini bertujuan menyampaikan informasi serta meningkatkan akses pendidikan internasional. Dalam siaran pers KBRI Canberra yang diterima di Jakarta, Sabtu, disebutkan bahwa lebih dari 200 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti webinar tersebut, menggambarkan peningkatan permintaan terhadap data terpercaya tentang peluang pendidikan global, riset kolaboratif, dan studi di luar negeri.

Kegiatan Diplomasi Pendidikan

Webinar ini bertindak sebagai alat diplomasi pendidikan Indonesia, memperluas hubungan internasional secara strategis, menurut KBRI. Acara tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiksaintek) Brian Yuliarto.

“Penguatan literasi dasar dan pembentukan karakter merupakan kunci untuk menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dalam lanskap global. Internasionalisasi pendidikan tidak boleh hanya dimulai di perguruan tinggi, tetapi harus dibangun sejak jenjang sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.

“Kita perlu memastikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kompetensi global, namun tetap berakar pada identitas dan karakter bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Brian Yuliarto menekankan pentingnya kerja sama internasional sebagai strategi utama dalam pengembangan pendidikan tinggi dan riset nasional. “Di tengah kompleksitas tantangan global saat ini, kolaborasi lintas negara menjadi keharusan. Kami perlu mendorong riset yang berdampak, memperkuat ekosistem inovasi, serta menciptakan ruang bagi talenta Indonesia untuk berkontribusi di tingkat global,” jelas Brian.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga pusat inovasi yang terhubung dengan jejaring global. Di sini, peran kerja sama internasional sangat strategis,” tambahnya.

Peran Strategis Perwakilan Pendidikan

Webinar tersebut melibatkan 14 Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan tetap Indonesia di UNESCO, yang berfungsi sebagai penghubung utama dalam membuka peluang beasiswa, kerja sama pendidikan, dan riset antarnegara. Rangkaian kegiatan diadakan pada 25 April hingga 5 Mei 2026, mengeksplorasi berbagai kawasan seperti Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peluang pendidikan global.

KBRI Canberra menyatakan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di luar negeri menunjukkan tren peningkatan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data UNESCO Institute for Statistics, pada tahun 2022 terdapat 62.828 mahasiswa Indonesia yang mengambil pendidikan di luar negeri. Secara global, Indonesia menduduki peringkat ke-22 dalam hal jumlah mahasiswa yang belajar di luar negeri. Di tingkat regional, negara ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, menempati urutan kedua setelah Vietnam.

Negara tujuan utama bagi mahasiswa Indonesia meliputi Australia, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, serta sejumlah negara di Eropa Barat. Acara ini memperkuat upaya Indonesia dalam mengembangkan keterlibatan pendidikan di tingkat internasional, sejalan dengan visi membangun sumber daya manusia yang kompeten dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *