Important Visit: Kompolnas tekankan transparansi rekrutmen Akpol di Polda Jatim
Kompolnas Tekankan Transparansi Rekrutmen Akpol di Polda Jatim
Di Surabaya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggarisbawahi pentingnya kejelasan dalam proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang diikuti oleh 276 peserta, untuk memastikan pemilihan berlangsung adil dan terbebas dari penyimpangan. Dalam kunjungan ke SMKN 5 Surabaya, Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menyampaikan bahwa transparansi menjadi prioritas utama dalam tahapan ini.
“Kami berada di sini untuk memastikan semua proses tidak ada kecurangan atau pelanggaran hukum,” tutur Anam pada Sabtu.
Anam menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan anggota Polri saat ini melibatkan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan peserta yang ikut seleksi. “Partisipatif memiliki dua makna: pertama, masyarakat seperti himpunan psikologi terlibat, dan yang lebih penting, peserta sendiri menjadi bagian dari pengawasan karena sistemnya terbuka,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga integritas, Kompolnas melakukan pemeriksaan terhadap keseluruhan prosedur, mulai dari penyampaian informasi hingga pengendalian alat elektronik yang dibawa oleh peserta. “Semua alat elektronik disimpan di satu tempat yang bisa dilihat bersama, sehingga risiko kecurangan diminimalkan secara maksimal,” tambah Anam.
Hasil ujian juga diumumkan langsung kepada peserta setelah selesai, sebagai langkah untuk memperkuat transparansi. “Peserta dapat mengetahui hasilnya segera, dan jika ada keluhan, mereka bisa langsung melapor ke panitia,” kata Anam.
“Jangan percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Kami justru berterima kasih jika ada laporan terkait hal tersebut,” tegasnya.
Kombes Pol Sih Harno, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Timur, mengatakan bahwa tes psikologi yang diikuti 276 calon taruna Akpol merupakan bagian awal dari seleksi penerimaan anggota Polri 2026. “Tes hari ini dilakukan dalam satu hari, dan tahapan berikutnya akan mengarah ke Bintara serta Tamtama,” ujar Sih Harno.
Proses pengawasan dilakukan secara internal oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), serta tim psikologi. Selain itu, Sih Harno juga menyebutkan bahwa Kompolnas turut mengawasi. “Harapan kami, tes hari ini berjalan lancar dengan prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tambahnya.
Menurut Sih Harno, kualitas rekrutmen akan berdampak langsung pada kualitas institusi kepolisian di masa depan. “Kepolisian yang baik dimulai dari proses seleksi yang memenuhi standar,” ujarnya.