Solving Problems: Iran Umumkan Selat Hormuz Sepenuhnya Terbuka untuk Kapal Komersial

Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz akan sepenuhnya dibuka bagi semua kapal dagang selama periode gencatan senjata yang tersisa. Pernyataan ini dibuat melalui platform X, di mana ia menekankan bahwa jalur laut akan diizinkan sesuai dengan rute yang telah ditetapkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.

“Selama sisa masa gencatan senjata, seluruh kapal komersial dapat melewati Selat Hormuz melalui jalur yang disepakati bersama,” ujar Araghchi.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan di Truth Social, menegaskan bahwa Iran telah memperbolehkan akses penuh bagi kapal-kapal melintasi selat tersebut. Namun, ia juga menyatakan bahwa blokade militer akan terus berlaku terhadap pelabuhan Iran hingga transaksi antara AS dan Iran selesai secara penuh.

“Blokade laut akan tetap diberlakukan sepenuhnya sampai hubungan dagang kami dengan Iran selesai 100%,” tulis Trump.

Blokade AS dan Kesiapan Tempur

Minggu (13/04), pasukan Amerika Serikat memulai tindakan memblokir pelabuhan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi ini dilakukan berdasarkan instruksi Trump, dengan tujuan menghalangi kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran di wilayah Teluk Persia dan Laut Omandi.

Dilaporkan oleh Reuters, kapal yang melintasi area terblokir tanpa izin akan dicegat, dialihkan, atau ditahan. Meski demikian, kapal pengangkut bahan makanan dan obat-obatan diperbolehkan melewati selat tersebut, selama menjalani proses pemeriksaan.

Reaksi China terhadap Langkah AS

Pemerintah China mengkritik blokade AS terhadap pelabuhan Iran, menyebutnya sebagai tindakan “tidak bertanggung jawab dan berbahaya”. Kementerian Luar Negeri Beijing menilai langkah ini dapat mengikis kesepakatan gencatan senjata yang sudah rapuh dan meningkatkan risiko bagi kapal yang melewati Selat Hormuz.

Saat ini, kapal-kapal China termasuk dalam jumlah kecil yang berhasil melintasi selat. Belum diketahui apakah China harus membayar biaya khusus untuk akses tersebut. Blokade AS berpotensi mengganggu pasokan ke negara ini dan menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan.

“China percaya bahwa gencatan senjata menyeluruh dan penyelesaian perang akan menciptakan kondisi mendasar untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

Pernyataan Iran terkait Kesepakatan Damai

Menteri Araghchi menyebut bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan dalam perundingan di Pakistan. Namun, ia menambahkan bahwa Teheran justru menghadapi sikap “maksimalis” dan tuntutan yang terus berubah, termasuk ancaman blokade.

Dalam sebuah gambar dari Anadolu via Getty Images, seorang perempuan menaikkan bendera Iran di depan papan reklame yang bertuliskan “Selat Hormuz tetap ditutup” di Lapangan Revolusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *