Key Strategy: Stok Sempat Kosong, Amran Dorong 100% Penyaluran Minyakita Lewat BUMN

Stok Sempat Kosong, Amran Dorong 100% Penyaluran Minyakita Lewat BUMN

Kebijakan Distribusi Minyak Goreng Diperkuat oleh BUMN

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengusulkan agar seluruh distribusi minyak goreng merek Minyakita dilakukan melalui perusahaan pangan negara (BUMN) seperti Perum Bulog dan ID Food. Tujuannya adalah untuk mengatasi gangguan pasokan yang pernah terjadi di sejumlah pasar. “Kami minta ke depan, kita bisa naikkan lagi (penyaluran Minyakita via BUMN), apakah 65 persen ke pemerintah atau 100 persen. Nanti situasinya akan kami lihat,” jelas Amran di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (15/4).

Kami minta ke depan, kita bisa naikkan lagi (penyaluran Minyakita via BUMN), apakah 65 persen ke pemerintah atau 100 persen. Nanti situasinya akan kami lihat.

Saat ini, Minyakita disalurkan berdasarkan skema domestic market obligation (DMO) dengan minimal 35 persen melalui BUMN. Namun, pemerintah sedang membuka kemungkinan untuk meningkatkan persentase tersebut hingga mencapai 100 persen. Amran menekankan perlunya peran BUMN yang lebih dominan agar distribusi bisa lebih cepat dikontrol, terutama ketika terjadi peningkatan harga di pasar.

Distribusi Minyakita Masih Tidak Optimal

Amran menggambarkan kebijakan serupa pada sektor daging sapi beku, di mana pemerintah memperkuat keterlibatan BUMN dalam impor dibandingkan perusahaan swasta. Langkah ini bertujuan memastikan kontrol harga dan pasokan lebih baik, serta adanya pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi gejolak di pasar. Sebelumnya, distribusi yang lebih banyak dipegang swasta dianggap kurang efektif dalam mengatasi fluktuasi harga.

Kalau BUMN, (pemerintah bisa tindak), (saya bilang), ‘Eh kamu minggir. Kalau enggak bisa stabilkan harga.’

Dalam beberapa daerah, pasokan Minyakita sempat mengalami keterlambatan. Pedagang mengeluhkan kesulitan memperoleh stok hingga beberapa bulan, yang berujung pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan harga rata-rata Minyakita mencapai Rp15.961 per liter, melebihi HET sebesar Rp15.700 per liter.

Selain itu, harga minyak goreng curah dan kemasan premium juga mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Amran menegaskan meskipun BUMN menjadi penanggung utama, pelaku usaha tetap dilibatkan di bagian akhir rantai pasok. “Ya boleh, enggak masalah (pengusaha) protes. Yang penting harga stabil. Kan dari pengusaha langsung ke BUMN. Semuanya pengusaha. Justru pengusaha-pengusaha kecil kita bantu,” tambahnya.

Langkah Mendag Budi Santoso untuk Penguatan Distribusi

Mendag Budi Santoso menyatakan pemerintah sedang mempertimbangkan peningkatan kuota penyaluran melalui BUMN di luar batas 35 persen. Upaya ini bertujuan memperkuat sistem distribusi dan menjaga ketersediaan harga yang stabil bagi konsumen. Saat ini, Minyakita disalurkan ke Perum Bulog, ID Food, dan PT Agrinas Palma Nusantara, tetapi keterbatasan pasokan dan tugas lain masih memengaruhi efisiensi di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *