Meeting Results: Harga Daging Sapi di Tingkat Produsen Naik Jadi Rp59 Ribu per Kg
Harga Daging Sapi di Tingkat Produsen Naik Jadi Rp59 Ribu per Kg
Kenaikan harga daging sapi dan kerbau di tingkat produsen disebabkan oleh dampak konflik di Timur Tengah, menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global telah memengaruhi berbagai komoditas impor, termasuk bahan baku ternak tersebut.
Zulhas mengumumkan penyesuaian Harga Acuan Penjualan (HAP) bobot sapi hidup sebesar Rp1.000 per kilogram, dari Rp58 ribu menjadi Rp59 ribu. Sementara itu, HAP untuk kerbau melonjak Rp10 ribu, dari Rp80 ribu ke Rp90 ribu per kg. Ia menjelaskan, harga jual sapi di tingkat eceran sebelumnya mencapai Rp80 ribuan, kini dianggap sebagai patokan HAP tertinggi.
“Harga daging sapi di pasar tetap stabil antara Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kg, sesuai dengan batas yang ditetapkan pemerintah,” ujar Zulhas setelah rapat di kantornya, Rabu (22/4).
Kebijakan ini dilakukan sebagai respons terhadap fluktuasi pasar akibat ketegangan geopolitik. Meski ada peningkatan kecil di tingkat produsen, Zulhas yakin tidak akan terjadi perubahan signifikan pada harga jual daging sapi di pasar. Ia menegaskan bahwa angka Rp130-140 ribu per kg masih dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
Masih menurut Zulhas, kenaikan HAP untuk kerbau mencapai Rp10 ribu per kg, sedangkan untuk sapi hanya Rp1.000 per kg. Hal ini memicu perubahan harga daging di tingkat produsen, tetapi tidak berdampak besar pada harga di pasar.