Facing Challenges: Baru 7,8 Persen, Ini Daftar Wilayah RI yang Sudah Masuk Musim Kemarau
Baru 7,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa hingga awal April, hanya 7,8 persen wilayah Indonesia yang resmi memasuki musim kemarau. Hal ini jadi alasan mengapa beberapa daerah masih sering dilanda hujan. BMKG mengatakan bahwa April merupakan fase peralihan, sehingga wilayah yang belum memasuki musim kemarau masih mengalami curah hujan tinggi.
Distribusi Wilayah dalam Fase Kemarau
Menurut BMKG, 7,8 persen wilayah tersebut mencakup 7 zona di Bali dan Nusa Tenggara, 3 zona di Jawa, 2 zona di Kalimantan, 5 zona di Maluku serta Papua, 19 zona di Sulawesi, dan 19 zona di Sumatra. Perkembangan musim kemarau dijelaskan oleh BMKG sebagai proses bertahap, mulai dari selatan hingga utara.
“Musim kemarau bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali. Batas kemarau adalah saat curah hujan kurang dari 50mm per 10 hari dan berkelanjutan selama tiga dasarian berturut-turut,” kata BMKG.
Pemicu utamanya adalah angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia. Dengan demikian, wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau antara lain NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, yang diperkirakan mulai mengalami kering pada April hingga Mei. Sementara itu, sebagian besar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi diperkirakan memasuki fase kemarau lebih lanjut pada bulan Juni atau Juli.
Kemarau 2026 Tidak Pasti Terparah dalam 30 Tahun
BMKG juga mengklarifikasi isu bahwa musim kemarau 2026 menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. Mereka menegaskan bahwa meski diprediksi lebih kering dari rata-rata iklim normal, kondisi ini belum tentu mencapai tingkat ekstrem dalam rentang waktu tersebut.