New Policy: Bescore Integrasikan Surya, Baterai, dan Charger EV dalam Satu Sistem
Bescore Hadirkan Solusi Energi Terpadu untuk Pemenuhan Infrastruktur
Dalam upaya mempercepat transisi energi, Indonesia semakin memerlukan peningkatan infrastruktur pendukung. PT Comcore Teknologi Indonesia, yang mengembangkan merek Bescore, merilis inisiatif terbaru dengan menggabungkan tiga komponen utama dalam satu ekosistem: panel surya, sistem penyimpanan baterai, serta charger kendaraan listrik (EV). Langkah ini bertujuan mengurangi kompleksitas instalasi sekaligus memastikan kompatibilitas antar komponen.
Inovasi yang Menyasar Segmen Terabaikan
Produk yang diperkenalkan, Intelligent Hybrid Inverter OmniStax Series, dirancang untuk bangunan komersial kecil hingga menengah, fasilitas industri, serta MicroGrid komunitas. Segmen ini biasanya diabaikan produsen lain yang lebih fokus pada sistem rumah tangga di bawah 10 kW atau industri skala besar di atas 100 kW. “Unit tunggal ini menggabungkan panel surya, baterai, listrik dari jaringan PLN, dan generator cadangan secara simultan, menyelesaikan masalah kompatibilitas sekaligus menyederhanakan proses pemasangan,” jelas David Liang, CEO PT Comcore Teknologi Indonesia kepada CNN Indonesia di Solartech Indonesia 2026, Rabu (22 April).
“Unit tunggal ini mengintegrasikan panel surya, penyimpanan baterai, listrik dari jaringan (PLN), dan generator cadangan secara mulus, sepenuhnya mengatasi masalah kompatibilitas sekaligus secara signifikan mengurangi kompleksitas instalasi,” ujarnya.
Kinerja Teknis yang Unggul
Sistem ini mampu beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti suhu tinggi, kelembaban tinggi, dan fluktuasi jaringan. Inverter menggunakan arsitektur all-SiC (Silicon Carbide) dengan tingkat perlindungan IP66, yang ditujukan untuk memperpanjang masa pakai di lingkungan yang keras. Efisiensi mencapai 98,6%, sementara rasio over-design panel surya hingga 200% memastikan kinerja optimal.
Kemitraan dan Integrasi Platform
Bescore juga meluncurkan program distribusi untuk stasiun pengisian EV dengan kapasitas 120 kW hingga 960 kW. Keduanya terhubung via Energy Management System (EMS), yang memungkinkan operasional terkoordinasi. Saat ini, charger Bescore sudah kompatibel dengan PLN Mobile (Icon+) dan sedang diintegrasikan dengan MyPertamina, target selesai Mei.
Perkembangan Infrastruktur dan Efisiensi
Di tingkat kawasan, gabungan solusi ini dinyatakan mampu mencapai kemandirian energi hijau hingga 100% melalui MicroGrid berbasis surya, penyimpanan, dan pengisian. “Di segmen komersial, investasi pelanggan mendapat keuntungan ganda: atap bangunan menurunkan tagihan listrik, penyimpanan energi mengurangi biaya beban puncak, dan operasional stasiun EV menghasilkan pendapatan dari layanan,” tambah David Liang.
Kini, stasiun pengisian EV berubah dari satu atau dua unit di area parkir menjadi pusat pengisian dengan 6 hingga 12 charger. Model ini telah diuji coba di Tangerang, Jakarta Pusat, dan Bekasi sejak Februari hingga April 2025. Waktu pengisian 20% ke 80% bisa diselesaikan dalam 17-18 menit dengan daya 350-360 kW. Selain itu, desain modular memungkinkan peningkatan kapasitas hanya dengan menambahkan modul dan mengganti kabel, proses yang bisa selesai dalam 30 menit.
Dukungan Industri dan Pertumbuhan Pasar
Momen pasar Indonesia menjadi salah satu faktor kunci di balik peluncuran ini. Menurut data BYD, jumlah kendaraan listrik di negeri ini telah mencapai 80.000 unit dalam empat tahun, lebih cepat dibandingkan China yang butuh waktu lebih lama untuk mencapai angka serupa. Target bauran energi terbarukan 34,3% serta kapasitas penyimpanan energi terpasang semakin mendukung ekosistem yang terpadu dan berkelanjutan.