Topics Covered: Negosiasi Damai Iran-AS Alami Kemajuan, tapi Belum Ada Kesepakatan

Negosiasi Damai Iran-AS Alami Kemajuan, tapi Belum Ada Kesepakatan

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menunjukkan progres. Namun, ia menegaskan bahwa kedua belah pihak masih belum mencapai kesepakatan. “Kami masih jauh dari pembahasan akhir,” ujarnya dalam pidato yang ditayangkan televisi nasional Iran, Sabtu (18/4), seperti dilaporkan AFP.

“Kemajuan telah terjadi, tapi masih ada banyak celah dan sejumlah isu utama belum tuntas,” tambah Ghalibaf, yang juga terlibat dalam proses negosiasi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan keyakinannya bahwa perang antara AS dan Iran akan segera berakhir melalui perundingan. Ia menyebutkan bahwa pertemuan kedua mungkin akan memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya dijanjikan selama dua minggu. “Kita akan lihat hasilnya. Tapi, menurut saya kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada jurnalis di luar Gedung Putih pada Kamis (16/4).

Trump juga mengungkapkan kemungkinan melakukan perjalanan ke Islamabad, Pakistan, jika kesepakatan berhasil dicapai. Selama kunjungannya di Las Vegas, ia kembali menekankan bahwa perang bisa segera berakhir. Sementara itu, sumber dari Pakistan menyebutkan bahwa ada peningkatan dalam diplomasi jalur belakang. Menurut laporan, perundingan berikutnya diharapkan menandatangani nota kesepahaman, lalu mengikuti perjanjian komprehensif dalam 60 hari.

“Kesepakatan rinci akan diikuti setelah ini. Kedua pihak secara prinsip sudah setuju, dan detail teknis akan segera ditangani,” kata sumber tersebut, dikutip Reuters.

Mediator utama Pakistan, Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, telah melakukan pembicaraan di Teheran dan berhasil menemukan titik temu untuk isu-isu kompleks. Negosiasi pertama terjadi setelah AS dan Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan ini menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa pejabat militer. Sebagai respons, Iran langsung membalas serangan ke Israel serta aset militer AS di wilayah Teluk.

Iran juga memutus Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak global, sebagai tindakan protes. Meski ada kemajuan, perundingan masih membutuhkan langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan semua poin yang menjadi fokus. Sumber menuturkan bahwa kedua pihak akan melanjutkan proses ini dengan harapan mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *