Keseringan Makan Gorengan Bisa Picu Penyakit – Ini Penjelasan Ahli

Kebiasaan Menggoreng Makanan Bisa Menyebabkan Kesehatan Buruk, Ahli Jelaskan

Dampak Penurunan Nutrisi dalam Memasak dengan Metode Goreng

Dokter gizi dr. Tan Shot Yen menyoroti penggunaan teknik menggoreng dalam pembuatan makanan, yang sering ditemukan di berbagai masakan rumahan. Metode ini, meski umum, diketahui mengurangi kualitas gizi sekaligus meningkatkan risiko penyakit dalam jangka waktu lama. “Nutrisi tidak hilang, tetapi berubah menjadi lemak trans yang merugikan tubuh,” terang Tan, seperti yang dilaporkan Antara, Selasa (7/4). Ia menjelaskan bahwa proses menggoreng, khususnya deep fry, bisa menghasilkan senyawa karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.

“(Nutrisi) bukan hilang, malah berubah jadi trans fat yang merugikan kesehatan,” ujar Tan dilansir dari Antara, Selasa (7/4).

Karsinogen yang Terbentuk Saat Menggoreng

Dilansir NCBI, senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) adalah polutan organik yang terbentuk dari dua atau lebih cincin benzena. PAHs diketahui mempunyai potensi karsinogenik dan mutagenik tinggi. Tan menambahkan bahwa konsumsi makanan digoreng secara berlebihan, terutama pada anak, mengganggu penyerapan nutrisi secara optimal. Dalam waktu lama, kondisi ini berisiko menyebabkan kekurangan gizi sejak masa kecil.

“Kurang gizi sejak kecil bisa jadi gangguan tumbuh kembang, kurus, kegemukan, pendek, mudah sakit,” katanya.

Metode Masak Alternatif yang Lebih Sehat

Sebagai solusi, Tan menyarankan penggunaan teknik masak lain seperti pepes atau masakan berkuah. Pilihan ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga bisa dinikmati seluruh keluarga untuk mengurangi asupan lemak jahat. World Cancer Research Fund juga menekankan bahwa cara memasak memengaruhi kesehatan tubuh secara signifikan. Menggoreng dengan minyak banyak menambah kalori dibandingkan teknik lain, karena makanan kehilangan air dan menyerap lemak saat dipanaskan.

Karena itu, metode seperti mengukus, merebus, atau memasak dengan bahan cair menjadi alternatif yang lebih baik. Teknik ini mengurangi risiko peningkatan kalori serta menjaga kandungan nutrisi makanan secara lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *