Rupiah Dibuka Sedikit Bertenaga ke Rp17.133 per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah Mulai Bergerak Naik ke Rp17.133 per Dolar AS Pagi Hari Ini
Pada pagi hari ini, kurs rupiah mencapai Rp17.133 per dolar AS. Mata uang Garuda naik 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kurs rupiah ini mencerminkan sedikit peningkatan terhadap mata uang AS, meski masih terbatas.
Mayoritas Mata Uang Asia Menguat
Kurs mata uang kawasan Asia secara umum mengalami penguatan. Yen Jepang naik 0,16 persen, sedangkan baht Thailand menguat 0,39 persen. Di sisi lain, yuan China sedikit melemah 0,01 persen. Peso Filipina juga mengalami kenaikan 0,13 persen, sementara won Korea Selatan naik 0,10 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing menguat 0,08 persen serta 0,05 persen pada sesi perdagangan pagi ini.
Mata Uang Negara Maju Tetap Stabil
Sementara itu, mata uang utama dari negara-negara majur secara konsisten berada di kisaran hijau. Euro Eropa naik 0,03 persen, poundsterling Inggris menguat 0,06 persen, dan franc Swiss naik 0,09 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing mengalami penguatan sebesar 0,08 persen serta 0,09 persen.
“Meskipun sentimen global cenderung positif akibat harapan tercapainya perdamaian di Timteng, kondisi domestik masih menunjukkan kelemahan. Investor masih memilih menghindari rupiah, terutama mengingat ketidakpastian situasi geopolitik di Timteng yang terus berubah,” jelas Lukman Leong kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/4).
Analisis Lukman menyebutkan bahwa rupiah kemungkinan akan terus bergerak dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 terhadap dolar AS dalam jangka pendek. Perkiraan ini didasarkan pada dinamika pasar yang belum menunjukkan kejelasan signifikan.