Main Agenda: Ekonom: Target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen masih realistis

Ekonom: Target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen masih realistis

Kota Jakarta – Fakhrul Fulvian, kepala ekonom dari Trimegah Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen untuk kuartal I 2026 masih dapat dicapai secara realistis. Ia menilai, angka tersebut didukung oleh berbagai faktor yang berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Fakhrul, efek dasar rendah dari periode sebelumnya yang cenderung melambat menjadi salah satu alasan utama. “Faktor pertama adalah efek dasar rendah, di mana pertumbuhan tahun sebelumnya relatif lebih lambat,” ujarnya dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Kamis.

“Kedua, ada peningkatan belanja pemerintah di awal tahun yang signifikan, tercermin dari peningkatan defisit APBN. Ini memberikan dorongan langsung terhadap permintaan domestik,” jelasnya.

Di samping itu, indikator-indikator sektor riil mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. “Pertumbuhan retail dan indikator PMI manufaktur menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik sedang mengalami perbaikan,” tambah Fakhrul. Ia menekankan bahwa meski terdapat peningkatan, risiko dari luar negeri tetap perlu diwaspadai.

Dalam situasi global yang terus berfragmentasi, Fakhrul mengatakan bahwa konsistensi kebijakan dan fondasi ekonomi dalam negeri menjadi penentu utama. “Persepsi pasar sangat berpengaruh, tetapi akhirnya semua akan kembali ke fakta,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memastikan kepercayaan investor global selama pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Di sana, ia memaparkan kekuatan fundamental makroekonomi serta strategi fiskal Indonesia kepada para pemodal besar, seperti HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.

Menurut Purbaya, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 berada di sekitar 5,5 persen. Jika tren tersebut berlanjut di kuartal II, kepercayaan investor bisa meningkat, sehingga menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *