Special Plan: Alasan ASN Kementerian/Lembaga Dilatih Jadi Komcad di Lemdik Militer
Program Komcad untuk ASN Kementerian dan Lembaga di Lemdik Militer
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengirimkan 2.019 aparatur sipil negara (ASN) ke enam lemdik militer untuk mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad), Senin (13/4). Setelah apel pelepasan di Monas, Jakarta Pusat, ribuan ASN tersebut diterjunkan ke lokasi pelatihan yang tersebar di ibu kota dan sekitarnya.
Enam Lokasi Pendidikan Militer
Pelatihan Komcad dilaksanakan di enam lemdik militer, yaitu Rindam Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Atang Senjaya, Pusdikkes Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin, serta Halim Perdanakusuma. Selama periode 13-17 April, para ASN akan menjalani tes fisik, psikologis, dan ideologis.
Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan dasar senjata, termasuk sesi latihan tembak, sebagai bagian dari pengembangan jiwa nasionalisme dan semangat cinta tanah air. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya menjelaskan tujuan pelatihan ini adalah untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada negara.
“Pelatihan Komcad tahap pertama dimulai awal tahun 2026 dengan target 4.000 ASN yang akan dibagi menjadi dua gelombang, masing-masing sebanyak 2.000 peserta,” ujar Sjafrie beberapa waktu lalu.
Kabacadnas Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menambahkan bahwa pelatihan akan berlangsung sekitar satu setengah bulan. Ia juga menyebut rencana untuk menggelar pelatihan gelombang kedua di tengah tahun ini.
Proses Seleksi ASN
Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional, Brigjen Hengki Yuda, mengungkapkan bahwa 2.019 ASN yang diterima telah lolos seleksi administrasi dan kesehatan. Dalam pemeriksaan kesehatan, terdapat 96 orang yang tidak memenuhi syarat.
Pelatihan Komcad bagi ASN ini merupakan inisiatif baru yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan. Tujuannya adalah membentuk calon anggota komcad yang memiliki kemampuan fisik, mental, serta pemahaman ideologis yang baik.
Upacara pembukaan pelatihan akan digelar pada 22 April di masing-masing lokasi. Program ini diharapkan mampu menciptakan kader yang siap mendukung keamanan dan pertahanan negara melalui pelatihan intensif selama beberapa bulan.