3 Kapal Terkait Iran Masih Lewat Selat Hormuz yang Diblokade Trump
Kapal Iran Masih Beroperasi di Selat Hormuz Meski Blokade AS
Hari ini, Selasa (14/4), tiga kapal tanker yang dikaitkan dengan Iran dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak di Teluk Persia. Meski Presiden Donald Trump mengklaim telah menghalangi akses laut Teheran ke wilayah Timur Tengah, tiga kapal tersebut berhasil melewati titik blokade tanpa mengalami hambatan.
Berdasarkan laporan dari LSEG, satu dari tiga kapal itu memasuki kawasan Teluk Persia pada siang hari setempat. Kapal berbendera Panama bernama Peace Gulf sedang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab, menurut sumber Al Jazeera. Dua kapal lain yang terkena sanksi AS juga masih bergerak di jalur tersebut, yang mengangkut sekitar 20 hingga 25 persen pasokan minyak global.
“Presiden Donald Trump mengatakan bahwa militer AS akan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk menghalangi pergerakan kapal Teheran melalui jalur laut Timur Tengah.”
Kapal Murlikishan, yang termasuk dalam kategori handy tanker, dilaporkan menuju Irak untuk mengisi bahan bakar minyak pada 16 April, menurut data Kpler. Sebelumnya, kapal ini dikenal sebagai MKA dan pernah mengangkut minyak dari Rusia serta Iran. Sementara itu, kapal Rich Starry yang juga dikenai sanksi menjadi yang pertama melintasi Selat Hormuz sejak kebijakan blokade diterapkan.
Blokade yang dijadwalkan berlaku mulai pukul 14.00 GMT pada Senin lalu hanya memengaruhi kapal yang terkait langsung dengan pelabuhan Iran, seperti dijelaskan oleh militer AS. Hingga kini, tidak ada negara yang bersedia mendukung upaya tersebut. Bahkan, sejumlah sekutu AS dari Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) menolak permintaan Trump.
Inggris menolak terlibat dalam operasi blokade, dengan menyatakan London tetap menekankan kebebasan navigasi internasional di perairan, termasuk Selat Hormuz.