Solving Problems: Jubir Beberkan Peran Jusuf Kalla Buka Jalan Karier Politik Jokowi
Jubir Beberkan Peran Jusuf Kalla Buka Jalan Karier Politik Jokowi
Peran Penting dalam Perjalanan Jokowi ke Puncak Kekuasaan
Husain Abdullah, seorang juru bicara Jusuf Kalla, menegaskan kembali peran penting JK sebagai figur yang membuka peluang bagi Jokowi dalam dunia politik. Ia menjelaskan bahwa JK memainkan peran krusial saat mengangkat Jokowi dari Solo ke ajang Pilgub DKI Jakarta. Klarifikasi ini dilakukan untuk menyampaikan fakta sejarah di balik kesuksesan Jokowi mencapai posisi tertinggi.
“Yang ingin disampaikan adalah meyakinkan kepada seluruh loyalis Pak Jokowi, bahwa dirinya itu sebenarnya memiliki bagian peranan di dalam keberhasilan Pak Jokowi menduduki puncak tangga politik,” ujar Husain dalam dialog Head to Head CNN Indonesia TV, Rabu (22/4) malam.
Dalam perjalanan tersebut, JK aktif mengkoordinasikan berbagai langkah, termasuk menyiapkan logistik, konsultan politik, dan kebutuhan kampanye di Jakarta. Husain menggambarkan kontribusi JK sebagai bagian ‘pembuka’ dalam proses politik, seperti bab pembukaan dalam undang-undang.
Klarifikasi terhadap Kritik Terhadap JK
Emosi dan pernyataan tegas dari JK belakangan ini diakui Husain dipicu oleh serangkaian kritik dari relawan di media sosial. Beberapa pihak menyebut JK sebagai donatur aksi massa, yang membuatnya merasa tidak nyaman.
“Beliau di pojokkan terus dianggap lagi tiba-tiba ada tudingan beliau menjadi bohir membiayai 5 miliar misalnya,” kata Husain. “Itu beliau tidak nyaman. Makanya dia menyebut kepada pendukungnya, ‘Kurang apa saya ini? Saya ini adalah orang yang pertama membawa Pak Jokowi untuk kontestasi di Pilgub DKI’.”
Menurut Husain, JK tidak memiliki masalah pribadi dengan Jokowi, melainkan mempertanyakan sikap pendukung yang terkesan melupakan sejarah. Ia menekankan bahwa JK memainkan peran strategis dalam membawa Jokowi ke level kekuasaan tertinggi.
Respons Jokowi terhadap Peran JK
Jokowi sendiri telah memberikan tanggapan terhadap pernyataan JK, yang disampaikan di Solo, Senin (20/4). Dengan santai, ia menyatakan, “ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung.”
Dalam pidatonya, Jokowi mengakui bahwa JK memberinya kesempatan awal untuk berkiprah di kancah politik. Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari usaha sendiri, termasuk peran ‘termul-termul’ yang diakui JK sebagai analogi keberhasilan tersebut.