Announced: Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz jika AS Masih Blokade Pelabuhan
Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz jika AS Masih Blokade Pelabuhan
Teheran berjanji akan mengunci kembali Selat Hormuz jika Amerika Serikat tidak menghentikan penghalang terhadap pelabuhan Iran. Pernyataan ini muncul setelah AS memutuskan untuk menghentikan akses kapal ke dan dari pelabuhan Teheran. Sebelumnya, Iran membuka jalur perdagangan minyak global tersebut selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Blokade yang dijalankan AS mencakup seluruh pelabuhan Iran, termasuk pengoperasian kapal perang dan amfibi USS Tripoli. Kapal-kapal ini berperan dalam menjaga jalur laut, serta mengemban senjata siluman seperti F-35B Lightning II dan MV-22 Osprey. Tindakan ini dilakukan sebagai respons atas terhambatnya perundingan damai yang berlangsung di Pakistan, Sabtu (11/4) lalu.
“Jika blokade ini terus berlangsung, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di X, Sabtu (18/4), menurut AFP.
Menurut Ghalibaf, kapal yang melewati Selat Hormuz kini harus mengikuti rute koordinasi yang ditetapkan otoritas maritim Iran. Pernyataan ini menegaskan bahwa akses ke jalur tersebut bergantung pada izin dari pihak Teheran. Meski demikian, Iran tetap menantang AS dengan ancaman menutup Selat Merah jika aksi blokade terus dilanjutkan.
Komandan Markas Besar Militer Iran Khatam Al Anbiya Ali Abdollahi menyatakan bahwa tindakan AS memblokade Selat Hormuz melanggar perjanjian gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa Iran siap menutup jalur penting ini untuk membalas tindakan AS yang dianggap sebagai gangguan terhadap perdagangan internasional.