Key Discussion: Hizbullah Tolak Rencana Perundingan Damai Israel-Lebanon: Sia-Sia!

Hizbullah Menolak Perundingan Damai dengan Israel: Tidak Memberi Hasil

Tolak Rencana Pertemuan di Amerika Serikat

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak usulan pertemuan antara pemerintah Lebanon dan Israel yang rencananya diadakan di Washington DC akhir pekan ini. Duta Besar kedua negara untuk AS dijadwalkan bertemu pada Selasa (14/4) untuk membahas negosiasi langsung antara pihak-pihak yang bertikai. Namun, Qassem menganggap inisiatif tersebut tidak memiliki arti yang nyata.

“Israel dengan jelas menyatakan tujuan negosiasi ini adalah melucuti senjata Hizbullah,” ujar Qassem dalam pidatonya yang ditayangkan media. “Bagaimana kita bisa ikut dalam perundingan yang jelas tujuannya? Kami tidak akan beristirahat, berhenti, atau menyerah. Kami akan biarkan medan perang yang berbicara sendiri.”

Kritik terhadap Upaya Perdamaian

Kebijakan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sejak November 2024 dianggap tidak efektif karena serangan militer Israel terus berlanjut. Setiap hari, tentara Zionis melakukan serangan mematikan, bahkan menewaskan anggota militer dari pasukan UNIFIL di Lebanon. Qassem menyoroti bahwa kekuatan Israel tidak bisa memutus perang.

“Israel dan AS mengklaim ingin memperkuat tentara Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah. Namun, tentara tidak mampu melakukan itu,” tambah Qassem.

Protes dan Korban

Akhir pekan lalu, unjuk rasa besar-besaran berlangsung di Beirut, Ibu Kota Lebanon. Demonstran menuntut pemimpin mereka Nawaf Salim bertanggung jawab atas kerja sama dengan Israel, terlepas dari serangan terus-menerus yang dilakukan pihak Zionis. Sejak 2 Maret, Israel telah menewaskan 2.055 orang, termasuk 165 anak dan 87 petugas medis, sebagai balasan atas pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei oleh AS dan Israel.

Sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa negosiasi perdamaian formal dengan Lebanon bertujuan melucuti senjata Hizbullah dan menciptakan perjanjian sejati yang berlangsung selama beberapa generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *