Latest Program: Ancaman Serius! UEA Jual Minyak Pakai Yuan jika Perang AS-Iran Lanjut
Ancaman Serius UEA: Jual Minyak dengan Yuan Jika Perang AS-Iran Berlanjut
Uni Emirat Arab (UEA) memberikan peringatan tajam kepada Amerika Serikat terkait potensi perang antara Washington dan Iran. Pemimpin UEA menyatakan kekhawatiran akan mengalihkan transaksi minyak ke Yuan China jika konflik berlanjut. Hal ini bisa menggoyahkan sistem petrodolar yang selama ini dominan menggunakan dolar AS, menurut laporan Middle East Monitor.
Perang antara AS-Israel melawan Iran menciptakan ketegangan yang mengganggu jalur distribusi energi dan memperkuat kekhawatiran tentang akses dolar di negara-negara Teluk. Reuters melaporkan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan:
“Sekutu-sekutu di Teluk dan Asia telah meminta jalur pertukaran mata uang (currency swap lines).”
Ia menambahkan bahwa AS serta UEA akan menikmati manfaat dari penyesuaian ini.
Langkah UEA dan negara-negara Arab lainnya sedang dipertimbangkan sebagai respons terhadap krisis keuangan yang mengancam stabilitas likuiditas dolar. Meski belum ada indikasi kuat untuk segera mengganti dolar AS, para analis menilai ancaman ini bagian dari strategi mengamankan dukungan keuangan AS selama ketidakpastian.
Setiap transaksi minyak berbasis yuan akan dipantau ketat oleh Beijing. Selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok berusaha memperluas penggunaan mata uangnya secara global. Peningkatan penggunaan yuan dalam penjualan minyak di wilayah Teluk kemungkinan memperkuat diskusi tentang de-dolarisasi dan peran dolar AS di masa depan dalam perdagangan energi internasional.