Special Plan: Ogah Dianggap Kalah, Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran untuk Hindari Dikenal Kalah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, tepat sebelum masa gencatan habis pada Rabu (22/4). Tindakan ini dilihat sebagai upaya menghindari kesan kalah dalam konflik dengan Iran, yang sebelumnya dianggap menjadi kesalahan kecil dalam upaya menegosiasikan kesepakatan lebih lanjut.
Analisis tentang Motif Pernyataan Mendadak
Banyak pengamat memperkirakan bahwa Trump memperpanjang gencatan senjata demi menyembunyikan kegagalan Amerika Serikat dalam memastikan Iran hadir pada perundingan putaran kedua di Pakistan, yang seharusnya berlangsung sebelum masa gencatan dua pekan berakhir hari ini.
“Pernyataan itu adalah cara untuk menutupi rasa malu karena AS siap mengirim wakil presiden ke Pakistan sementara Iran tidak siap melakukan hal yang sama,” kata Barbara Slavin, seorang ahli kebijakan luar negeri Amerika Serikat, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Pelanggaran Jadwal Perundingan
Menurut laporan, Washington mengklaim bahwa perundingan kedua akan digelar awal pekan ini setelah gencatan senjata dua minggu yang berlaku 8 April habis. Namun, Iran menolak melanjutkan diskusi di Islamabad. Akibatnya, AS membatalkan kunjungan ke ibu kota Pakistan tersebut.
Perang Tidak Berjalan Sesuai Tujuan
Slavin menambahkan bahwa perang ini tidak berjalan sesuai harapan sejak awal, dan Iran telah memperoleh pengaruh baru dalam mengendalikan Selat Hormuz. “AS harus melepaskan tuntutan maksimalnya dan menawarkan Iran isyarat bahwa mereka serius mencari solusi,” ujarnya.
Penjelasan Trump tentang Pernyataan Gencatan Senjata
Trump kemudian menjelaskan alasan perpanjangan gencatan senjata, menyatakan bahwa AS diminta menunda serangan terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan Iran dapat mengajukan usulan yang koheren. “Saya sudah menginstruksikan Militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” tulisnya.