Special Plan: Trump Mengelak: Israel Tak Pernah Bujuk Saya Perangi Iran
Trump Menyangkal Klaim Terpengaruh Hasutan Israel untuk Berperang Melawan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah bahwa ia terbujuk oleh tekanan Israel dalam memulai perang terhadap Iran. Dalam pernyataan di media sosial yang ia tulis pada Senin (20/4), Trump menegaskan bahwa negara tersebut tidak pernah membujuknya untuk meluncurkan konflik tersebut. Ia menyatakan keputusan untuk bertindak didasarkan pada pengalaman masa lalu dan kebijakan yang ia yakini.
Trump mengungkapkan, peran Iran dalam serangan milisi Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 serta kekhawatirannya terhadap program nuklir Teheran menjadi alasan utama untuk memulai perang. “Israel tidak pernah menghasut saya untuk berperang melawan Iran. Hasil dari serangan 7 Oktober, ditambah keyakinan saya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, yang mendorong saya mengambil langkah itu,” tulisnya di Truth Social.
“Dia memasuki perang, terseret ke dalam perang karena Bibi Netanyahu. Mari kita perjelas, ia memasuki perang yang tidak diinginkan rakyat Amerika,” kata Mantan Wakil Presiden Kamala Harris, seperti dikutip Al Jazeera.
Kritikus Trump berpendapat bahwa Iran bukan ancaman langsung bagi AS dan perang tersebut lebih mencerminkan kepentingan Israel. Keselamatan dan kemakmuran warga Amerika juga terganggu akibat konflik. Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa serangan AS ke Iran pada Juni telah menghancurkan program nuklir Teheran, meski perang sebenarnya meletus pada 28 Februari.
Tidak ada bukti publik yang mendukung peran Iran dalam serangan Hamas. Klaim bahwa Iran sedang mengembangkan senjata pemusnah massal juga disangkal oleh Tulsi Gabbard, kepala intelijen AS, yang menyatakan hal tersebut pada Maret lalu. Sebagai respons, Iran memblokir Selat Hormuz, yang mengatur sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global, menyebabkan krisis energi di berbagai negara.
Perang AS-Israel vs Iran disebutkan sebagai upaya untuk menghentikan program nuklir Teheran, meski beberapa pihak menilai tindakan ini lebih sejalan dengan kepentingan Israel. Trump menegaskan bahwa ia bertindak berdasarkan keputusan pribadi, bukan tekanan eksternal.