Key Issue: Pesawat Keburu Terbang Tinggalkan 100 Penumpang di Bandara, Kok Bisa?
Kecelakaan Penerbangan: 100 Penumpang Tersisa di Bandara Milan karena Sistem Keamanan Baru
Satu hari Minggu, 12 April 2026, ratusan calon penumpang maskapai EasyJet di Bandara Linate, Milan, Italia, mengalami kekacauan luar biasa. Pesawat EJU5420 yang seharusnya membawa mereka ke Manchester, Inggris, justru terbang tanpa menunggu penumpang yang sudah menunggu sejak pagi. Akibatnya, 100 orang gagal berangkat, sementara hanya 30 penumpang yang berhasil naik ke pesawat.
Pemicu Kejadian: Sistem Keamanan Eropa
Kekacauan ini diakibatkan oleh kemacetan di area pemeriksaan paspor, yang memanjang karena penerapan Sistem Masuk/Keluar Eropa (EES) baru. Sistem ini memaksa pelancong dari luar wilayah Schengen, seperti Inggris, untuk melakukan registrasi data biometrik, termasuk sidik jari dan foto wajah, secara digital. Meski pemerintah Inggris menyatakan proses ini gratis dan tidak memerlukan tindakan sebelum tiba di perbatasan, di lapangan, waktu pemeriksaan justru terasa jauh lebih lambat dari perkiraan.
Kisah Penumpang: Perjalanan yang Terhenti
Kiera, 17, dari Oldham, menggambarkan pengalaman menyesakkan. Bersama pasangannya, ia datang ke bandara Milan sejak pukul 07.30 untuk mengejar penerbangan pukul 11.00. Meski sudah tiba tiga jam lebih awal, mereka terjebak di antrian pemeriksaan perbatasan lebih dari tiga jam. Pada pukul 10.50, petugas bahkan membagikan air minum karena antrean yang sangat panjang. “Saat sampai di depan petugas, kami baru tahu pesawat sudah lepas landas,” kata Kiera, seperti dilaporkan BBC, Senin (13/4).
Adam Lomas, 33, yang sedang berlibur dengan istri dan bayinya yang berusia empat bulan, mengeluhkan kurangnya bantuan dari maskapai. “Saya menghubungi layanan pelanggan, tapi hanya diarahkan ke chatbot. Saat mencoba telepon, terjadi gangguan audio hingga petugas memutus sambungan telepon sepihak,” ungkap Lomas. Tidak sabar, sebagian penumpang bahkan nekat berkendara ke Pisa untuk mencari penerbangan alternatif, sementara Adam memilih menginap di hotel terdekat.
Maskapai dan Bandara Saling Tuding
Kerusuhan di terminal makin memuncak saat penumpang menyaksikan adu mulut antara pihak maskapai dan bandara. “Para petugas memakan waktu berjam-jam untuk menyalahkan siapa pun atas kegagalan ini,” kata Lomas. Juru bicara EasyJet mengakui bahwa keterlambatan di pemeriksaan paspor berada di luar kendali mereka. Namun, mereka menyatakan telah mengambil langkah untuk mengurangi dampak dengan menunda waktu keberangkatan.
Sebagai kompensasi, maskapai menawarkan layanan perubahan jadwal penerbangan secara gratis bagi penumpang yang terdampak. Pernyataan resmi EasyJet juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelancong.