Key Discussion: Menhaj Umumkan War Tiket Haji Masih Wacana, Antrean Jemaah Tak Dihapus
Menhaj Umumkan War Tiket Haji Masih Wacana, Antrean Jemaah Tak Dihapus
Moch Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah, menyatakan bahwa penerapan sistem ‘war ticket’ dalam penyelenggaraan haji di Tanah Air masih dalam fase diskusi dan penelitian. Dia menegaskan bahwa antrean jemaah yang telah terdaftar tidak akan dibatalkan.
“Namun, ia menjelaskan bahwa sistem ini masih dalam tahap usulan. Jemaah tidak perlu khawatir karena antrean yang sudah berlangsung selama 10 tahun tidak akan dihilangkan, kata Irfan setelah rapat dengan Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/4).”
Menurutnya, antrian tidak akan dihapus. Sistem ini tetap berlaku untuk jemaah yang sudah menunggu selama 5, 10, atau 15 tahun, tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa dibutuhkan inovasi untuk mengurangi durasi antrean jemaah haji yang terlalu lama. Rencana ini memerlukan dialog dengan pihak terkait, termasuk DPR, pelaku bisnis haji, dan jemaah. Keputusan akhir tidak akan segera diambil.
“Discusikan tetap berjalan, meski istilahnya mungkin diubah menjadi sesuatu yang lebih sederhana, tambahnya.”
Irfan sebelumnya mengenalkan gagasan sistem ‘war ticket’ haji beberapa waktu silam. Usulan ini bertujuan memberikan solusi agar calon jemaah tidak terlalu lama menunggu untuk berangkat ke Tanah Suci.
Meski demikian, usulan tersebut mengundang kritik dari berbagai pihak.