Visit Agenda: Napak Tilas Gunung Bersejarah Saksi Bisu Perjalanan Islam di Makkah

Napak Tilas Gunung Bersejarah Saksi Bisu Perjalanan Islam di Makkah

Kota suci Makkah di Arab Saudi dikelilingi oleh sejumlah gunung yang menjadi penanda sejarah penting dalam perjalanan agama Islam. Meski dari luar terlihat tenang dan tersembunyi, setiap lereng dan puncaknya menyimpan cerita abadi yang berkaitan dengan keberadaan Ka’bah, pusat ibadah umat Muslim. Gunung-gunung ini bukan hanya sebagai latar belakang, tapi juga sebagai saksi bisu peristiwa-peristiwa bersejarah yang membentuk fondasi agama Islam.

Jabal Abu Qubais

Jabal Abu Qubais, yang juga disebut sebagai pilar utama kota Makkah, memiliki posisi strategis menghadap langsung ke Ka’bah. Menurut peneliti, gunung ini dikenal sebagai tempat pertama yang muncul di bumi. Di sini, Nabi Ibrahim AS diceritakan menemukan kembali Hajar Aswad setelah benda tersebut lenyap dalam banjir zaman Nabi Nuh AS. Makam Nabi Adam AS berada di sekitar Jabal Qubais, menambah nilai sejarahnya.

Gunung Qubais menjadi titik penting dalam narasi keagamaan, karena keberadaan Hajar Aswad yang menjadi simbol penting dalam ibadah umat Muslim.

Jabal Nur

Di bagian timur laut Makkah terdapat Jabal Nur, yang terkenal karena memiliki ketinggian sekitar 642 meter. Puncaknya menyerupai bentuk punuk unta, tetapi keistimewaannya bukan hanya dari sisi bentuk. Lokasi ini merupakan tempat Ghar Hira, gua yang terkenal sebagai tempat pertama Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT. Jabal Nur berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram, dan dianjurkan dikunjungi saat pagi atau sore agar mendaki dalam cuaca yang lebih nyaman.

Jabal Thawr

Jabal Thawr, atau Jabal Tsur, merupakan gunung dengan 10 puncak tajam yang pernah dikenal sebagai Jabal Athal. Dengan ketinggian 775 meter, tempat ini menjadi lokasi bersembunyi Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar as-Siddiq selama tiga hari saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Di sini, mereka terlindung dari kejaran suku Quraisy. Gunung bersejarah ini terletak di wilayah Misfalah, dan perjalanan ke sana membutuhkan sekitar 4-5 kilometer. Pendaki disarankan menggunakan sepatu yang tepat untuk medan berbatu.

Jabal Quaiqian

Membentang di antara Wadi Ibrahim di timur dan Wadi Tuwa di barat, Jabal Quaiqian atau Jabal Hindi memiliki cerita unik. Nama gunung ini berasal dari suara dentingan pedang yang terdengar saat terjadi perang antara suku Jurhum dan Katura. Terletak di barat laut Masjidil Haram, dekat Bukit Marwah, gunung ini kini berada di kawasan pemukiman. Jemaah dapat berjalan kaki ke sana, tetapi harus menjaga sikap agar tidak mengganggu kehidupan sekitarnya.

Jabal Rahmah

Dalam perjalanan menuju Padang Arafah, Jabal Rahmah yang tingginya 70 meter menjadi tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa. Dinamai “Bukit Kasih Sayang,” gunung ini menggambarkan kisah cinta dan pengampunan yang menjadi bagian dari sejarah awal manusia. Di puncaknya terdapat tugu putih yang menandai pertemuan dua ciptaan pertama Allah SWT. Lokasi ini paling ramai pada tanggal 9 Dzulhijjah, saat jemaah Haji melakukan wukuf di Arafah.

Jabal Omar

Jabal Omar, terletak antara Al-Shabika dan Al-Misfalah, memiliki makna istimewa karena diambil dari nama sahabat Nabi, Omar Bin al-Khattab. Gunung ini menjadi bagian dari rute ziarah yang mengelilingi Makkah, tetapi keistimewaannya terletak pada keberadaannya sebagai penanda perjalanan rohani umat Muslim. Meski tidak sepopuler gunung lainnya, Jabal Omar tetap memiliki nilai historis yang tidak tergantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *