Solving Problems: Guru Honorer di Kuningan Bingung Tercatat Beli Ferrari Rp4, 2 Miliar
Guru Honorer di Kuningan Bingung Tercatat Beli Ferrari Rp4,2 Miliar
Rizal Nurdimansyah, seorang guru honorer di Kuningan, Jawa Barat, kaget setelah mengetahui namanya terdaftar sebagai pemilik mobil Ferrari 458 Speciale Aperta senilai Rp4,2 miliar. Ia menyatakan tidak pernah membeli kendaraan tersebut dan langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Menurut penjelasan Rizal, informasi itu terungkap pada 13 April 2026 melalui temannya di perangkat desa, yang menunjukkan data pemilik mobil Ferrari. Meski awalnya meragukan, ia memverifikasi dengan mengakses Samsat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada hari berikutnya. Hasilnya memang benar, ada tiga kendaraan yang terdaftar, dua mobil dan satu motor, termasuk Ferrari yang bukan miliknya.
Permintaan Data Pribadi Melalui Telepon
Rizal menjelaskan bahwa sebelumnya pada 2 April 2026, ia menerima panggilan dari nomor telepon tak dikenal. Penelepon mengaku berasal dari Ciawigebang dan meminta data pribadinya, seperti KTP, untuk keperluan pembelian mobil atasannya. Pemanggilan pertama ditolaknya, tetapi beberapa menit kemudian, penelepon kembali menelpon dengan menawarkan uang Rp5 juta sebagai imbalan. Meski tergoda, Rizal tetap menolak.
“Awalnya tanggal 2 April ada yang menelepon, ngakunya dari Ciawigebang, mau pinjam data kayak KTP. Katanya mau ada pembelian mobil dari bosnya gitu,” ujar Rizal, dikutip detikJabar, Kamis (16/4).
“Nah, ketika itu tanggal 2 April-nya juga lagi, 14 menit selang itu, ditelepon lagi, nanti dikasih iming-iming uang Rp 5 juta. Tapi saya tetap tolak,” tambahnya.
Rizal menyatakan profesi sebagai guru honorer tidak mungkin menghabiskan dana sebesar Rp4,2 miliar untuk membeli mobil mewah tersebut. Ia juga menegaskan tidak pernah mengisi surat pernyataan atau memberikan data pribadi untuk transaksi pembelian Ferrari. Karena khawatir terlibat dalam kasus hukum, ia memutuskan melaporkan pencatutan identitas. “Iya, pas itu kaget. Saya kan cuma guru honorer di SMP. Jadi buat laporan ke kepolisian. Supaya sayanya perlindungan diri, takutnya harus membayar apa, membayar pembelian mobil begitu takutnya. Kalau sudah lapor kan saya tidak bertanggung jawab gitu,” katanya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan, Iptu Abdul Aziz, mengatakan bahwa pelapor sudah datang dan membuat laporan. “Pelapor sudah datang dan membuat laporan, selanjutnya kami akan lakukan proses penyelidikan,” tuturnya.