Announced: Pimpinan KPK Ungkap 81% Koruptor Pria Alirkan Duit Korupsi ke Selingkuhan

Pimpinan KPK Jelaskan Hubungan Antara Korupsi dan TPPU

Di tengah diskusi tentang tindak pidana korupsi, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibnu Basuki Widodo menyoroti peran tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus-kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengungkapan korupsi seringkali melibatkan TPPU, baik secara bersamaan maupun setelahnya.

Sosialisasi di PN Purwokerto

Ibnu membagikan wawasan ini saat menghadiri acara Sosialisasi Penguatan Integritas dan Praktik Antikorupsi yang diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Acara tersebut tayang di kanal YouTube PN Purwokerto, pada hari Minggu (19/4/2026).

“Jika ada korupsi, biasanya akan muncul TPPU. Ini bisa terjadi bersamaan atau setelahnya. Jika bersamaan, sudah ada bukti komplit. Kalau sendirian, bukti TPPU muncul setelah tindak pidana pokok selesai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa para pelaku korupsi sering mengalirkan dana hasil kejahatan ke berbagai pihak, termasuk keluarga, sumbangan keagamaan, hingga kegiatan rekreasi. Uang tersebut digunakan untuk berbagai tujuan, seperti tabungan atau kebutuhan sehari-hari.

“Setelah melakukan korupsi, uang haram itu diberikan ke istri, anak, keluarga, sumbangan amal, piknik, dan tabungan. Maka, Rp1 miliar bisa saja hilang tanpa jejak,” tambahnya.

Ibnu menjelaskan, tindak pidana pencucian uang bisa terjadi saat pelaku korupsi menyimpan dana hasil kejahatan. Dalam hal ini, pihak yang menerima dan menabung dana dikenal sebagai pelaku pasif TPPU.

“TPPU pertama yang dilakukan adalah menerima dan menyimpan uang hasil korupsi. Maka, kita harus menduga bahwa dana tersebut berasal dari kejahatan,” tuturnya.

Menurut Ibnu, sekitar 81% pelaku korupsi pria memilih memberikan uang kepada selingkuhannya sebagai cara menyembunyikan asal-usul dana. Ia menyebutkan, para koruptor sering mengalirkan uang besar ke wanita-wanita cantik yang menjadi pasangan selingkuh.

“Banyak koruptor laki-laki yang mencari wanita-wanita cantik. Mereka mengucurkan ratusan juta untuk membeli kepercayaan, meski pasangan itu sudah tua. Mereka masih disebut ‘mas’ karena terkesan muda dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *