Danantara prioritaskan teknologi yang sudah terbukti untuk PSEL

BPI Danantara Fokus pada Teknologi Terbukti dalam PSEL

Jakarta – Pada konferensi pers di Gedung Danantara, Selasa, Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), menyampaikan bahwa pihaknya menempatkan teknologi yang telah teruji sebagai prioritas utama dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Menurutnya, meski terbuka pada teknologi lain, fokus utama adalah pada solusi yang telah terbukti efektif di berbagai negara.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan 20 wilayah aglomerasi di 47 kabupaten/kota sebagai target investasi PSEL. Ini sebagai respon arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya pengolahan sampah di area perkotaan dan aglomerasi dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

Berdasarkan penilaian tim gabungan, tujuh wilayah aglomerasi di 26 kabupaten/kota saat ini menghasilkan sampah antara 500 hingga 1.000 ton per hari. Namun, kriteria utama Peraturan Presiden (Perpres) menetapkan bahwa hanya daerah dengan volume sampah di atas 1.000 ton yang memenuhi syarat untuk menjadi prioritas PSEL.

“Pemanfaatan teknologi bisa berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Belanda, Tiongkok, atau bahkan produk dalam negeri,” kata Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Di sisi lain, Rosan menekankan bahwa keberhasilan proyek PSEL harus dilihat dari kemampuan teknologi untuk berjalan lancar, cepat, serta diterima oleh masyarakat di sekitar lokasi pengolahan. Ini menjadi tolok ukur utama dalam pemilihan teknologi yang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *