Ekonom: Peningkatan daya saing penting agar potensi PHK bisa dicegah

Ekonom: Peningkatan Daya Saing Penting untuk Cegah Potensi PHK

Dari Jakarta, seorang ahli ekonom menyatakan bahwa peningkatan daya saing sektor industri nasional menjadi kunci dalam mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini terjadi akibat perubahan harga komoditas energi dan bahan baku yang dipicu oleh dinamika perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Impak Perang Timur Tengah pada Harga Bahan Baku

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa konflik di wilayah Timur Tengah langsung memengaruhi kenaikan harga energi, bahan baku industri, serta biaya logistik global. Selat Hormuz, sebagai jalur utama distribusi energi dunia, menjadi faktor utama dalam meningkatkan tekanan pada sektor produksi.

“Itu potensi dampak ke depannya memungkinkan terjadi inflasi di tingkat konsumen, dan pada akhirnya bisa mengarah ke PHK bagi industri yang kurang mampu bersaing dalam menentukan harga produk serta mempertahankan pangsa pasar,” ujar Faisal saat dihubungi pada Jumat.

Kenaikan Harga dan Spiral Inflasi

Faisal menambahkan, kenaikan biaya bahan baku dan energi akan mendorong inflasi di tingkat produsen. Jika konflik berlangsung cukup lama dan margin industri terbatas, maka biaya tersebut akan menyebar ke konsumen melalui peningkatan harga jual produk.

“Artinya, kenaikan harga produk akan menyebabkan inflasi berpindah dari produsen ke konsumen,” tambahnya.

Namun, ia menilai langkah peningkatan daya saing tidak selalu mudah dijalankan karena kenaikan harga produk bisa memperketat persaingan. Konsumen tidak semua mampu menyesuaikan daya beli dengan kenaikan tersebut, sehingga industri harus berlomba untuk menawarkan produk yang lebih menarik secara harga.

“Industri yang mampu bertahan akan mempertahankan pangsa pasar, sementara yang kalah bersaing bisa mengalami penurunan pendapatan dan penjualan, yang berujung pada PHK,” imbuh Faisal.

Proyeksi PHK Naik 13,6 Persen

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengungkapkan bahwa proyeksi PHK tahun ini meningkat 13,6 persen, mencapai 100 ribu orang. Ia menjelaskan bahwa transmisi inflasi dari bahan baku ke harga jual ritel menjadi faktor utama.

“Tekanan harga pupuk, plastik, serta energi akan bertemu dengan dampak El Niño, menciptakan efek spiral yang memengaruhi berbagai sektor usaha, baik industri maupun jasa. Konsumen belum siap menerima kenaikan harga, sehingga penyesuaian harus dilakukan,” kata Bhima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *