Kadin: Jaga pengelolaan arus kas di tengah kenaikan harga energi

Kadin: Jaga Pengelolaan Arus Kas di Tengah Kenaikan Harga Energi

Dalam menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya pengelolaan arus kas yang ketat serta efisiensi operasional sebagai langkah mitigasi. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengungkapkan bahwa upaya ini membantu perusahaan dan industri mengurangi biaya, termasuk penggunaan BBM nonsubsidi.

“Mitigasi yang dilakukan tentu akan melakukan penghematan, baik dari sisi manajemen dana yang lebih ketat maupun penggunaan BBM nonsubsidi. Efisiensi operasional menjadi salah satu alternatif yang dilakukan untuk mampu bertahan,” jelas Sarman saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Kadin menilai kenaikan harga energi tak bisa dihindari karena harus selaras dengan kenaikan harga global. Sarman mengakui bahwa lonjakan harga komoditas energi memengaruhi operasional dan distribusi di berbagai sektor industri, sekaligus mengurangi daya beli masyarakat kelas menengah.

“Kenaikan ini menambah biaya operasional, termasuk penggunaan kendaraan selain truk,” tambahnya.

Untuk menghadapi tantangan ini, Kadin memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah. Sarman menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap berada di bawah Rp17.000, serta memastikan ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan nasional. Ia juga menyarankan evaluasi harga BBM jika harga minyak dunia turun, serta pemberian insentif kepada pelaku usaha untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Pemerintah dapat memberikan relaksasi atau stimulus kepada pelaku usaha agar mereka tetap stabil dan tidak sampai mengurangi karyawan,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex per Sabtu (18/4). Penyesuaian ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia dan perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Selain BBM, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg juga naik 18,75 persen, dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *