Key Discussion: ESDM nilai koperasi jadi penggerak Program 100 GW PLTS

ESDM: Koperasi sebagai Penggerak Program 100 GW PLTS

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa koperasi berpotensi menjadi motor penggerak dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat untuk mendukung pencapaian target 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Trois Dilisusendi, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE ESDM, mengatakan bahwa pengembangan energi terbarukan harus menyeimbangkan antara pasokan dan permintaan. Menurutnya, koperasi bisa bertindak sebagai pengelola dan penggerak kebutuhan energi di tingkat komunitas.

“Koperasi memiliki kemampuan besar untuk menjadi penggerak transisi energi di tingkat komunitas, dan perannya perlu ditingkatkan melalui kebijakan yang tepat, model bisnis yang layak, serta dukungan pembiayaan yang memadai,” tambah Sumanda Tondang, Direktur Eksekutif Rumah Energi.

Sejalan dengan pendapat Trois, Rumah Energi melalui Program Koperasi Hijau telah mendorong peningkatan peran koperasi dalam transisi energi dengan mencakup lebih dari 150 koperasi. Program ini selaras dengan implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) 100 GW PLTS yang menekankan keterlibatan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Program Koperasi Hijau mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan koperasi. Selain itu, Rumah Energi juga mengembangkan model bisnis energi terbarukan berbasis komunitas yang dapat diterapkan di lapangan. Dalam proyek Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia dengan model Energi Terbarukan Berbasis Komunitas (TERBIT), mereka telah melakukan asesmen lapangan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan nasional dengan kebutuhan praktis, terutama dalam aspek model bisnis, kesiapan teknis, akses pembiayaan, dan koordinasi lintas sektor. Untuk memperkuat ekosistem PLTS di Indonesia, Rumah Energi mengadakan “Green Cooperative Solar Initiative Dialogue: Bridging Policy and Practice in Indonesia’s 100 GW Solar PV Program”. Forum ini bertujuan memperkuat peran koperasi dalam mendukung pengembangan PLTS nasional.

“Kami harap dialog ini tidak hanya berupa diskusi, tetapi berkembang menjadi pilot project PLTS berbasis koperasi yang bisa dikembangkan secara luas. Ini adalah langkah konkret untuk mencapai transisi energi yang adil dan inklusif di Indonesia,” papar Sumanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *