Key Discussion: Kementerian ESDM matangkan uji laboratorium bahan bakar Bobibos

Kementerian ESDM Matangkan Uji Laboratorium Bahan Bakar Bobibos

Jakarta, Sabtu — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyelesaikan persiapan pengujian laboratorium bersama produsen bahan bakar Bobibos, PT Inti Sinergi Formula. Menurut Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang berlangsung pada 14 April 2026. Tujuannya adalah menjamin kesiapan produk sebelum dipasarkan secara luas.

Pemanggilan untuk Kepastian Standar

Noor mengatakan bahwa pihak Bobibos diminta mempercepat proses pengujian teknis guna menentukan apakah bahan bakar ini masuk kategori BBN (bahan bakar nabati) atau BBM (bahan bakar minyak). “Kami harap mereka aktif dalam mengikuti langkah-langkah ini agar seluruh proses transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta.

“Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas,” ujar Noor.

Proses Pengujian yang Komprehensif

Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, menegaskan bahwa uji laboratorium akan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Di tahap awal, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) akan mengambil sampel dari tanki penyimpanan Bobibos menggunakan wadah khusus yang telah memenuhi standar internasional. “Hasil uji ini akan menentukan apakah Bobibos termasuk bahan bakar yang sudah ada atau jenis baru, serta menetapkan parameter standarnya,” tutur Iklas.

“Dalam tahap awal, pengujian mencakup berbagai aspek penting seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kemudahan mengalir, kualitas penyalaan, hingga tingkat korosivitas,” kata Iklas.

Setelah mengumpulkan sampel sesuai prosedur, produk akan melalui uji lanjutan untuk mengevaluasi performa, termasuk emisi gas buang, daya tahan mesin, dan pembentukan deposit hasil pembakaran. Proses ini juga mencakup penilaian komponen mesin sebagai bagian dari uji komersialisasi dan sosialisasi produk.

Langkah Selanjutnya: Uji Jalan

Setelah melewati uji laboratorium dan test bench, bahan bakar akan masuk ke tahap uji jalan atau road test. Fase ini bertujuan mensimulasikan kondisi nyata penggunaan kendaraan, mencakup perjalanan dan perawatan mesin. “Hasil uji ini menjadi dasar untuk menyebarkan riset, mengembangkan produk, serta memberi rekomendasi teknis bagi pemerintah dalam merancang kebijakan energi,” terang Noor.

Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia (Bos!), merupakan inovasi lokal yang terbuat dari limbah jerami padi dan pertanian. Diklaim memiliki nilai oktan tinggi, yakni RON 98, produk ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional di tengah krisis global. Pemerintah menyambut positif setiap upaya anak bangsa dalam menghasilkan bahan bakar berkelanjutan, sekaligus menekankan pentingnya memenuhi prosedur untuk menjaga keamanan pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *