Key Issue: Kemenhub gandeng tujuh Pemda perkuat SDM transportasi perkotaan
Kemenhub gandeng tujuh Pemda perkuat SDM transportasi perkotaan
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang transportasi perkotaan, Kementerian Perhubungan melakukan kerja sama dengan tujuh daerah otonom. Kemitraan ini bertujuan memperkuat kemampuan SDM melalui pelatihan, penguatan kompetensi, serta kolaborasi untuk mendukung sistem layanan mobilitas yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
“SDM yang kompeten untuk mengurusi dan meminimalkan permasalahan transportasi yang ada,” ujar Suharto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub.
Suharto mengungkapkan, tujuh daerah yang terlibat meliputi Kota Kendari, Makassar, serta Kabupaten Banggai, Kolaka Timur, Buton Tengah, Konawe Selatan, dan Muna. Kerja sama dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPSDMP dengan ketujuh daerah tersebut di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Sulawesi Selatan.
Suharto menegaskan, pemerintah pusat dan daerah sama-sama berkomitmen membangun infrastruktur transportasi yang memadai. Hal ini sudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di tingkat pusat maupun lokal. Namun, tantangan seperti kemacetan, kurangnya integrasi antarmoda, naiknya biaya transportasi, dan dampak lingkungan terus mengemuka.
Penguatan SDM transportasi dianggap krusial untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul. Suharto menyebutkan, survei tahun 2018 menunjukkan pejabat yang mengurus transportasi hanya menyumbang 8,18 persen dari jumlah yang dibutuhkan. “Permasalahan tak terselesaikan secara optimal karena SDM yang minim,” jelasnya.
Kemenhub menekankan pentingnya keselarasan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Suharto menambahkan, penguatan SDM harus mencakup aspek teknis dan kompetensi visi bersama dalam pengembangan layanan transportasi. Ia juga menyampaikan komitmen untuk menciptakan sistem transportasi yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, di mana lima dari delapan aspek tersebut berkaitan dengan transportasi.
Selain itu, Suharto mengungkapkan, kerja sama ini menjadi bentuk nyata upaya Kemenhub memenuhi kebutuhan SDM transportasi unggul berbasis daerah. Pihaknya menekankan bahwa SDM yang adaptif dan berdaya saing akan menjadi tulang punggung penyelesaian berbagai tantangan transportasi.
Sebelumnya, di PIP Semarang, BPSDMP telah menandatangani MoU dengan Kota Cirebon, Salatiga, Madiun, Kabupaten Semarang, Tebo, Natuna, Banyuasin, Musi Banyuasin, Kulon Progo, serta Provinsi Jawa Timur. Langkah ini menunjukkan komitmen Kemenhub untuk memperkuat SDM transportasi di berbagai wilayah secara bertahap.