Key Strategy: Kemendag fasilitasi UMKM masuk jaringan ritel modern
Kemendag fasilitasi UMKM masuk jaringan ritel modern
Jakarta – Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan, menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) aktif mendukung UMKM lokal untuk dapat bersaing di pasar ritel modern. “Kemendag membantu UMKM dengan peningkatan kualitas barang, memenuhi persyaratan standar, serta menyatukan pelaku usaha kecil dengan retailer melalui program kerja sama bisnis,” tutur Roro Esti saat mengunjungi UMKM Rizkyanti di Palembang, Sumatra Selatan, pada Kamis (16/4/2026).
“Kami menemani UMKM dari awal produksi hingga akhir distribusi, memastikan produk siap dipasarkan dan sesuai permintaan pasar ritel,” tambahnya dalam pernyataan yang diambil di Jakarta, Jumat.
Kemitraan UMKM dengan ritel modern
UMKM Rizkyanti menjadi contoh nyata hasil kebijakan Kemendag. Perusahaan pangan olahan ikan ini berkembang dari skala rumahan sejak 1998 hingga menjadi pengirim ke ritel modern dan pasar internasional. Sejak 2012, UMKM ini bermitra dengan 544 toko ritel modern di Palembang dan meluas ke Singapura.
Kemendag juga mendorong strategi pemasaran yang fleksibel. Selain menjangkau konsumen langsung, UMKM tersebut mengoptimalkan media sosial dan layanan pesan antar, memperluas jangkauan ke Banyuwangi, Bandung, Yogyakarta, serta Lampung.
Dukungan standar dan sertifikasi
Keberhasilan UMKM Rizkyanti didukung oleh penuhnya standar seperti sertifikasi halal, izin kelayakan, HAKI, GMP, SSOP, dan izin edar. Hal ini memperkuat daya tahan produk di pasar global.
Dalam kunjungan tersebut, Roro Esti juga meninjau toko ritel modern yang menjual produk UMKM Rizkyanti, sebagai bentuk kolaborasi nyata antara usaha kecil dan pedagang besar.
Peran perempuan dalam UMKM
Roro Esti menyoroti keterlibatan perempuan dalam sektor UMKM, yang mencapai 64,5 persen. “Perempuan menjadi tulang punggung ekonomi produktif, baik dalam menciptakan lapangan kerja maupun memperkuat kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Perempuan pelaku UMKM banyak terlibat di bidang perdagangan, kuliner, dan industri rumahan. UMKM secara keseluruhan memberi kontribusi sekitar 60 persen pada PDB Indonesia dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja, sehingga peran mereka sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional dan masyarakat lokal.