Key Strategy: Menaker ajak pekerja agar siap hadapi perkembangan teknologi AI

Menaker Ajak Pekerja Bersiap Hadapi Perkembangan Teknologi AI

Dari Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya persiapan pekerja menghadapi transformasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), agar tetap kompetitif di sektor kerja. Ia menyoroti bahwa adopsi AI di Tanah Air masih belum mencapai tingkat rata-rata internasional, yang menandakan bahwa dunia kerja mengalami perubahan cepat. Oleh karena itu, Indonesia harus bergerak cepat dalam membekali tenaga kerjanya agar tidak tertinggal.

Kesiapan Pekerja Melalui Adaptasi dan Penguatan Kompetensi

Menaker menyatakan bahwa persiapan ini tidak hanya tentang kemajuan teknologi, tetapi lebih pada bagaimana SDM bisa dilatih untuk beradaptasi dan terus berkembang. “Kuncinya adalah memastikan pekerja memiliki kemampuan adaptif serta kemajuan berkelanjutan di tengah perubahan teknologi,” tutur Yassierli. Ia menambahkan, tantangan dalam industri sekarang melibatkan lebih dari perlindungan hak-hak pekerja biasa, seperti menghadapi tuntutan keterampilan baru yang diperlukan untuk bertahan di pasar kerja.

“Kami berharap pengesahan ini memberi kepastian hukum bagi seluruh pihak dalam menjalankan hubungan kerja, sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan untuk mendukung kelangsungan PKT serta meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Peran Strategis Serikat Pekerja dalam Membentuk PKB

Dalam konteks ini, Menaker menekankan bahwa serikat pekerja perlu berperan lebih aktif. Mereka tidak hanya menjadi pengawal hubungan kerja ketika terjadi konflik, tetapi juga membantu menyiapkan pekerja melalui perjanjian kerja bersama (PKB). Contohnya, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Serikat Pekerja Kerukunan Keluarga Karyawan PT Pupuk Kaltim baru-baru ini meneken PKB ke-VIII, yang diharapkan menjadi tolak ukur dalam penguatan keterampilan tenaga kerja.

Menaker menyampaikan bahwa PKB ini bukan sekadar alat stabilitas, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualifikasi pekerja menghadapi masa depan yang tidak pasti. Dengan demikian, kolaborasi antara perusahaan dan serikat pekerja dianggap krusial dalam menjaga relevansi tenaga kerja di tengah inovasi teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *