Main Agenda: Guterres: Pembicaraan Israel-Lebanon harus bawa perubahan

Guterres: Perundingan Israel-Lebanon Perlu Membawa Perubahan

Pada Selasa (14/4), Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menegaskan bahwa diskusi antara Israel dan Lebanon harus menghasilkan perubahan dalam cara kedua belah pihak menjalankan aktivitas mereka. Menurutnya, pembicaraan saat ini tidak diharapkan menyelesaikan semua permasalahan, namun sangat penting untuk menciptakan kondisi yang mendorong transformasi dalam pendekatan mereka hingga kini.

“Setiap kali Israel mengambil alih wilayah tertentu di Lebanon, itu menjadi alasan bagi Hizbullah untuk menyatakan bahwa mereka perlu mempertahankan perlawanan. Begitu pula, ketika Hizbullah mengirimkan roket ke Israel, meski telah berjanji tidak akan melakukannya, Israel langsung menggunakan hal itu sebagai dasar untuk operasi besar-besaran di Lebanon,” ujar Guterres.

Pembicaraan dan Prospek Perdamaian

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, serta Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh-Moawad, bertemu di Washington untuk mendiskusikan kemungkinan kesepakatan perdamaian, meski situasi perang di Lebanon masih memanas. Kedua pihak menginginkan dialog yang membuka peluang untuk penyelesaian konflik.

“Lebanon berkomitmen pada integritas wilayahnya di satu sisi dan monopoli penggunaan kekuatan di sisi lain, yang berarti pelucutan senjata Hizbullah harus terjadi,” tambah Guterres.

Eskalasi Konflik

Konflik antara Israel dan Hizbullah meletus pada 2 Maret, ketika gerakan Lebanon tersebut melancarkan serangan roket ke wilayah Israel. Pemicunya adalah operasi militer AS-Israel terhadap Iran. Sebagai balasan, Israel memulai serangan besar-besaran ke Lebanon, termasuk wilayah selatan, Lembah Beqaa, dan daerah sekitar Kota Beirut.

Pada 16 Maret, pasukan Israel secara resmi mengumumkan operasi darat di Lebanon selatan. Setelah gencatan senjata dua minggu antara Iran dan AS pekan lalu, Hizbullah sementara menahan operasi terhadap Israel. Namun, konflik kembali memanas pada Kamis (9/4), setelah Israel melakukan serangan terhadap Beirut dan kota-kota di selatan Lebanon pada Rabu (8/4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *