Key Strategy: Wamentan: Empat negara jalin komunikasi untuk impor pupuk urea dari RI

Wamentan: Empat negara jalin komunikasi untuk impor pupuk urea dari RI

Di tengah gangguan rantai pasok global, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa empat negara, yaitu India, Filipina, Brasil, dan Australia, sedang berupaya memperkuat hubungan untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah ia menerima kunjungan Duta Besar Australia, Roderick Brazier, di Jakarta, Rabu malam.

Kenaikan Harga Pupuk Global

Kenaikan permintaan pupuk internasional terjadi akibat kemacetan distribusi yang dipicu konflik geopolitik serta pengaruh gangguan pada jalur utama pengiriman pupuk. Sudaryono menjelaskan bahwa sekitar 30% dari distribusi pupuk global melewati Selat Hormuz, sehingga hambatan di wilayah tersebut menyebabkan dampak signifikan pada pasokan internasional.

“Harga pupuk global melonjak tajam, dari sekitar 600 hingga 700 dolar Amerika Serikat (AS) per ton menjadi mendekati 900 dolar AS,” ujar Sudaryono.

Posisi Strategis Indonesia

Indonesia dianggap memiliki keuntungan karena mampu memproduksi urea mandiri berbasis gas alam domestik, yang menjadi bahan baku utama industri pupuk nasional. Kapasitas produksi pupuk urea mencapai 14,5 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri berada di bawah angka tersebut.

Pemerintah memperkirakan surplus urea sekitar 1,5 juta ton pada 2026, yang dapat dialokasikan untuk ekspor setelah kebutuhan petani terpenuhi. Sudaryono menyebutkan bahwa negara-negara yang tertarik mengimpor pupuk urea dari Indonesia akan terus dikoordinasikan.

Kebijakan Ekspor dan Prioritas Pangan

Sudaryono menegaskan bahwa ekspor hanya diizinkan jika kebutuhan petani dalam negeri sudah terpenuhi. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik dan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Di sisi lain, pemerintah memastikan stok pupuk dalam negeri tetap aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan jutaan petani meski permintaan global meningkat. Ia mengakui adanya keterlambatan distribusi karena serapan petani yang tinggi, tetapi menilainya sebagai tanda pertumbuhan aktivitas tanam yang sesuai dengan data penyuluh pertanian.

Upaya Pemerintah untuk Keseimbangan Pasokan

Pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan pupuk agar stabilitas pasokan terjaga. Langkah ini diharapkan memungkinkan pengeksporan tanpa mengganggu kepentingan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *