Latest Program: OpenAI kenalkan GPT-Rosalind untuk bantu riset ilmu hayati
OpenAI Kenalkan GPT-Rosalind untuk Bantu Riset Ilmu Hayati
Dari Jakarta, OpenAI merilis model AI terbaru bernama GPT-Rosalind yang ditujukan untuk mendukung ilmuwan dalam mempercepat penelitian bidang hayati, seperti biologi dan pengembangan obat. Model ini diunggah ke blog OpenAI pada Kamis (16/4) dan dinamai sesuai peneliti terkenal, Rosalind Franklin, yang kontribusinya membantu mengungkap struktur DNA dan menjadi dasar ilmu biologi molekuler modern.
Dalam dunia riset, data menjadi elemen kritis. GPT-Rosalind dirancang untuk membantu menyortir informasi serta mempercepat proses pengembangan, persetujuan, dan pemasaran obat baru. OpenAI menjelaskan bahwa tahapan ini biasanya memakan waktu hingga 15 tahun di Amerika Serikat. Model ini juga ditujukan untuk meningkatkan pemilihan target penelitian dan menghasilkan hipotesis yang lebih kuat, sehingga eksperimen menjadi lebih efektif.
Sebelumnya, beberapa ilmuwan mengingatkan akan risiko AI yang cepat memasuki ranah sains, serta mewaspadai potensi kerentanan, penyalahgunaan, dan masalah representasi data dalam penerapan model-model AI. OpenAI menanggapi dengan menyatakan bahwa GPT-Rosalind memiliki mekanisme pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan, seperti pembuatan senjata biologis. Model ini telah bekerja sama dengan organisasi teknologi bioteknologi, farmasi, dan ilmu hayati untuk memperkuat proses riset dan penemuan ilmu.
Kolaborasi dengan Perusahaan Kunci
OpenAI menyebutkan bahwa GPT-Rosalind kini tersedia dalam bentuk pratinjau penelitian di ChatGPT, Codex, serta API untuk pelanggan yang memenuhi syarat melalui program akses terpercaya. Beberapa perusahaan seperti Amgen, Moderna, Allen Institute, dan Thermo Fisher Scientific turut mengadopsi model ini untuk mengoptimalkan seluruh alur kerja riset.
“Kolaborasi unik kami dengan OpenAI memungkinkan kami menerapkan kemampuan dan peralatan paling canggih mereka dengan cara baru dan inovatif yang berpotensi mempercepat distribusi obat kepada pasien,” ujar Sean Bruich, wakil presiden senior AI dan data di Amgen.
Di sisi lain, Google DeepMind juga mengembangkan model AI seperti AlphaFold, yang membantu para peneliti meraih bagian dari Hadiah Nobel Kimia 2024. CEO DeepMind, Demis Hassabis, menyatakan, “Bagi saya, kegunaan terbaik AI adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mempercepat penemuan ilmiah.”
Selain itu, Anthropic juga meluncurkan Claude for Life Sciences dengan tujuan serupa. Dengan adanya model-model AI ini, diharapkan dapat mendorong kemajuan di berbagai bidang sains, sekaligus menjawab tantangan penggunaan teknologi yang semakin cepat di dunia penelitian.