Latest Program: Dirut Bulog pastikan harga Minyakita stabil dan stok berlimpah
Dirut Bulog Pastikan Stabilitas Harga Minyak Goreng Minyakita
Jakarta, Sabtu – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjamin harga minyak goreng merek Minyakita tetap stabil dengan pasokan yang memadai serta distribusi yang berjalan lancar di berbagai daerah di Indonesia. Dalam pernyataannya, Rizal menyatakan, “Ketersediaan Minyakita dijamin mencukupi dan terdistribusi secara luas di berbagai wilayah.” Ia mengungkapkan hal tersebut sebagai tanggapan atas berbagai dinamika yang berkembang terkait minyak goreng sederhana ini.
Bulog mengklaim bahwa kondisi pasokan serta harga di lapangan tetap terjaga dengan baik. Rizal menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan langkah strategis untuk memenuhi lonjakan permintaan Minyakita, seperti optimalisasi stok, percepatan proses distribusi, dan peningkatan kerja sama dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah. Seluruh rantai pasok dijaga agar tetap efisien dan tepat sasaran, khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Bulog memastikan Minyakita tersedia dengan harga wajar dan pasokan yang memadai,” ujarnya.
Perusahaan BUMN pangan itu terus memperkuat jaringan distribusi agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata. “Informasi yang tidak akurat berpotensi menciptakan ketegangan, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap tenang,” tambah Rizal. Selain itu, Bulog aktif mengawasi distribusi di lapangan dengan melakukan pemantauan langsung ke pasar untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Dalam pemantauan, harga Minyakita tercatat dijual Rp15.700 per liter, antara lain di Pasar Grogol dan Pasar Minggu, Jakarta. “Hasil monitoring menunjukkan distribusi berjalan lancar, stok tersedia, serta harga relatif stabil sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rizal. Melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, Bulog terus memastikan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan tetap terjaga.
Pemerintah juga menegaskan bahwa stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan memadai. “Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) dan tetap belanja secara bijak sesuai kebutuhan,” kata Rizal. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar.